Menteri PKP Minta Data Penerima Bantuan Bencana Sumatera Dikasih Tenggat Waktu

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meminta agar penetapan data penerima bantuan perumahan diberi tenggat waktu yang jelas.

Menurutnya, tanpa deadline, pembahasan data tidak akan selesai dan justru menghambat penyaluran bantuan ke masyarakat.

“Harapan saya soal data ini dikasih deadline aja. Kalau enggak, enggak ada ujungnya, rapat terus, sudah tiga bulan enggak ada ujungnya, ya. Datanya dikasih deadline supaya selesai, kemudian baru diputuskan kita mana yang dibangun,” kata Maruarar saat rapat koordinasi dengan Pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).

Ia menilai, keputusan yang tegas soal data akan membuat program pembangunan rumah bisa segera berjalan dengan cepat dan pasti.

“Jadi mohon tetapkan aja kalau boleh deadline-nya, soal kita udah rapat berkali-kali, soal data ini belum putus-putus juga. Tolong dikasih deadline supaya kita bisa jalan dengan cepat, dengan pasti,” ujarnya.

Maruarar juga menjelaskan pembagian peran antara kementeriannya dan BNPB dalam pembangunan rumah bagi warga terdampak.

“Contoh dengan BNPB. BNPB nanti membangun rumah yang satu-satu, yang mandiri begitu, kami nanti yang satu hamparan, yang seratus, dua ratus seperti itu,” katanya.

Ia menekankan pentingnya keseragaman agar tidak menimbulkan kecemburuan di masyarakat.

“Kemudian isunya adalah, saya mohon ada kesamaan supaya tidak menimbulkan kecemburuan. Karena ini soal sensitif, soal bantuan ini. Yang kami bangun maupun yang BNPB bangun, saran kami sebaiknya harganya dan apanya sama. Sehingga kita menjaga perasaan-perasaan tidak enak antara satu sama lain,” ujar Maruarar.

Lebih lanjut, Maruarar menyebut masyarakat tidak mempersoalkan asal bantuan, selama bantuan itu nyata dan cepat diterima.

“Kan bagi rakyat enggak penting itu dari siapa pun, yang penting dari orang Indonesia membantu, gitu ya. Supaya kita ada terobosan-terobosan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan adanya dukungan dari sektor swasta dan meminta izin untuk kembali melakukan penggalangan dana demi mempercepat pembangunan.

“Berkat arahan Bapak Presiden dan Pak Dasco, sudah ada penggalangan dari swasta. Kalau diperbolehkan kami menggalang lagi, biar lebih cepat lagi,” ucapnya.

Maruarar berharap, dengan percepatan tersebut, ratusan rumah sudah bisa dihuni sebelum Lebaran.

“Jadi bayangkan, kita sudah sebelum lebaran, mudah-mudahan sudah ratusan yang bisa dihuni,” kata Maruarar.

“Sehingga kita bisa membuktikan negara bisa bekerja dengan cepat dan hadir dengan cepat untuk membantu rakyatnya,” tambah dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harta, Tahta-Keluarga, Mana Terpenting Bagi Warga AS, Inggris, Jerman?
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bulog Sultra Pastikan Stok Minyak Goreng dan Gula Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Tak Tayang di TV, Ini Cara Nonton Live Streaming Benfica vs Real Madrid di Liga Champions
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Video: Skincare-Sleeper Bus, Ekspansi Pengusaha Lokal Perluas Cuan
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengamatan Hilal di Belitung Terhalang Awan Tebal
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.