Mensesneg Prasetyo Hadi membeberkan anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan pascabencana Aceh-Sumatera mencapai Rp 60 triliun. Anggaran ini sudah diputus Presiden Prabowo Subianto.
Prasetyo menekankan, sejak pekan pertama bencana terjadi pada akhir November 2025, pemerintah langsung bekerja cepat.
"Bahwa semenjak kejadian bencana di minggu yang pertama, sudah masuk perkiraan kebutuhan dana untuk proses baik tanggap darurat, rekonstruksi, maupun rehabilitasi. Yang waktu itu kemudian dipimpin langsung oleh Bapak Presiden dan sudah diputuskan bahwa kurang lebih angka yang muncul saat itu di kisaran Rp 60 triliun," kata Prasetyo.
Politikus Gerindra ini memastikan, anggaran pemulihan Sumatera tidak akan mengganggu anggaran di kementerian/lembaga lain.
"Yang ingin kami sampaikan bahwa, yang perlu dan perlu kami garis bawahi bahwa anggaran ini tidak mengganggu anggaran reguler di kementerian maupun lembaga masing-masing," kata dia.
Meski begitu, Prasetyo menyoroti ada sejumlah daerah yang mengajukan pemulihan anggaran. Namun jumlahnya tidak masuk diakal. Berapa besarannya dan daerah apa saja, tidak diungkap.
"Jadi, Pak Kepala Satgas berkenan timnya dipercepat saja prosesnya, tentu ya tidak meninggalkan tata kelola yang baik. Tentunya juga tidak aji mumpung, karena ada beberapa juga yang, mohon izin Pimpinan, beberapa daerah itu yang sudah mengajukan anggarannya yang itu tidak masuk akal," kata Prasetyo.
Prasetyo memastikan, pemerintah sudah membentuk satgas untuk memverifikasi kebutuhan selama pemulihan Sumatera. Tujuannya agar anggaran tepat sasaran.
"Nah, tetapi itulah, di situlah kami membentuk, kemudian pemerintah membentuk Satgas untuk melakukan verifikasi dan memvalidasi kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan kondisi yang di lapangan," kata Prasetyo.
"Saya kira itu saja supaya tidak ada kekhawatiran bagi kita semua. tadi misalnya Rp 500 miliar Kemenkes itu, kalau Pak Menteri Keuangan bisik-bisik di sebelah saya, "Lho kan memang sudah dianggarkan, memang sudah dianggarkan," dan tidak menggunakan atau memotong anggaran reguler gitu," tutup dia.





