Kurs Rupiah 18 Februari 2026 Ditutup Melemah Imbas Konflik Iran-AS

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (18/2/2026). Mata uang rupiah terkoreksi di tengah sentimen negatif global terkait ketidakpastian perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat serta sikap hati-hati pasar menanti data inflasi AS.

Berdasarkan data pasar pada penutupan sore ini, mata uang rupiah bergerak melemah 47 poin atau 0,28 persen menjadi 16.884 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya 16.837 per dolar AS.

Ringkasan Kurs Rupiah (18 Februari 2026):
  • Spot: 16.884 per dolar AS (Melemah 0,28%)
  • JISDOR BI: 16.884 per dolar AS
  • Sentimen Utama: Geopolitik Iran-AS dan Menanti Data PCE AS
Ketegangan Geopolitik di Selat Hormuz

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan kurs rupiah seiring sikap skeptis pasar terhadap perundingan Iran dengan AS. Meskipun Iran dan AS mencapai kesepahaman pada Selasa (17/2) mengenai 'prinsip-prinsip panduan' utama, hal itu tidak menjamin kesepakatan akan segera tercapai.

Baca juga : Rupiah Hari Ini Melemah Imbas Sikap Hawkish The Fed

Proses perundingan antara kedua negara tersebut dipantau ketat oleh pasar energi karena Iran adalah produsen minyak utama dan terletak di sepanjang Selat Hormuz yang sangat strategis. Jalur air sempit ini dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global setiap harinya.

Risiko militer disebut tetap tinggi pascalaporan pada Senin (16/2) bahwa Garda Revolusi Iran melancarkan latihan di Selat Hormuz, sementara pasukan AS tetap ditempatkan secara besar-besaran di seluruh Timur Tengah. Ketidakpastian ini memicu penguatan safe haven dolar AS.

Menanti Risalah The Fed dan Data Inflasi PCE

Sentimen negatif lain berasal dari sikap hati-hati investor menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada Januari yang dapat memberikan wawasan baru tentang potensi pelonggaran moneter.

Baca juga : Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 18 Februari 2026: Melemah ke Rp16.855

"Investor juga menunggu laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk Desember yang akan dirilis pada hari Jumat. Ini merupakan indikator inflasi pilihan Fed yang dapat membentuk ekspektasi suku bunga," ujar Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menunjukkan tren yang sama, bergerak melemah ke level Rp16.884 per dolar AS dari posisi sebelumnya di level Rp16.844 per dolar AS.

Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi AS dan perkembangan tensi di Timur Tengah. Jika inflasi AS tetap tinggi, ruang bagi rupiah untuk menguat akan semakin terbatas dalam jangka pendek. (Ant/I-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jejak Sejarah 18 Februari: Tragedi Sampit hingga Penemuan Pluto
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Hasil Sidang Isbat: Awal Puasa Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Punya Hyundai Ioniq 5 N? Fitur-Fitur Ini Wajib Digunakan Secara Bijak!
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Paramount Gading Serpong Hadirkan Acara dan Dekorasi Tematik
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Ketua Komisi VIII DPR Ajak Umat Muslim Jalani Ramadhan dengan Khusyuk dan Toleran
• 21 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.