Imam Besar Masjid Istiqlal Gaungkan Ramadhan Hijau: Jangan Eksploitasi Alam

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Masjid Istiqlal siap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1477 H dengan konsep gelaran rangkaian ibadah yang mengangkat tema "Ramadhan Hijau".

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa tema ini dipilih untuk mengembalikan fungsi agama sebagai pencerah dan pelembut, serta mengajak masyarakat untuk bersahabat dengan alam.

"Temanya kan 'Ramadhan Hijau'. Kenapa ini? Karena ini kita akan pararelkan dengan tema kita di Kementerian Agama bahwa salah satu hal yang kita gagas sekarang ini adalah eko-teologi," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers Ramadhan di Masjid Istiqlal, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: CFD Depok Tetap Digelar Selama Ramadhan

Nasaruddin menyinggung pandangan mengenai hubungan manusia, Tuhan, dan alam yang seharusnya bersifat lembut.

Menurutnya, selama ini teologi atau ilmu agama yang berkembang di masyarakat cenderung bersifat maskulin, yang identik dengan penaklukan dan kekerasan.

Padahal, kata dia, sifat Tuhan dan Nabi sejatinya sangat lembut dan mengayomi.

"Kita sadar bahwa Tuhan itu kan lebih menonjol sebagai feminine God, lebih menonjol sebagai nurture. Nurture itu apa? Lembut, mendidik, mengasuh, membina. Bukan sebagai Tuhan Mahapendendam, Mahakeras. Nabinya pun juga lebih menonjol sebagai jamaliah, feminine prophet," jelas Nasaruddin.

"Jadi ada semacam program de-maskulinisasi teologi. Teologi kita selama ini terlalu maskulin maka kita perlu melembutkan," tambahnya.

Baca juga: Tempat Makan di Tangerang Dilarang Buka Terang-terangan pada Siang Hari Selama Ramadhan

Ia menekankan pentingnya umat beragama memposisikan alam sebagai kebutuhan hidup di dunia, bukan sebagai obyek eksploitasi.

"Jangan eksploitasi alam, alam ini punya hak, manusia juga punya hak. Jadi kalau kita tidak menghargai haknya alam semesta, alam akan marah. Nah apa jadinya kalau alam marah? Ada banjir, ada longsor, ada tsunami," ucapnya.

Masjid Paling Hijau

Nasaruddin mengeklaim tema Ramadhan Hijau ini menyusul adanya penghargaan Bank Dunia terhadap Istiqlal sebagai bangunan tempat ibadah yang paling ramah lingkungan dan bersih.

"Tahun lalu kita mendapatkan International Award dari World Bank di Washington DC sebagai masjid yang paling bersih, paling efisien, efektif, dan yang paling well-management di seluruh bangunan-bangunan. Bukan saja rumah ibadah, tapi gedung-gedung pencakar langit pun kita kalahkan," ungkapnya.

Baca juga: Pasar Tanah Abang Padat Jelang Ramadhan, Pengunjung Belanja Baju Lebaran

Salah satu keunggulan utama yang dimiliki Istiqlal adalah penggunaan energi terbarukan dan sistem pengelolaan air yang canggih dan ramah lingkungan.

"Di atap Istiqlal penuh dengan solar system. Jadi kita bisa menghemat sangat banyak energi. Kemudian juga, setetes tidak ada yang tumpah di selokan airnya itu ya, semuanya ditampung dalam satu bak besar dan di-recycle. Di-recycle itu airnya bisa diminum. Jadi saya kira ini juga satu-satunya masjid di dunia seperti itu," kata Nasaruddin.

Buka Puasa Bersama

Selain itu, Istiqlal juga disebut telah siap melayani kebutuhan ibadah para jemaah yang ditargetkan mencapai 5.000 hingga 10.000 jemaah per harinya selama Ramadhan.

"Buka puasa di Istiqlal ini kalau hari-hari weekend, misalnya Jumat, Sabtu, Minggu, antara 7.000 sampai 10.000 orang kita beri makan nasi boks. Nah kalau hari-hari biasa sekitar 4.000 sampai 5.000 orang," ucap dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Untuk shalat Tarawih, Istiqlal akan menghadirkan qari-qari internasional dan penceramah ternama baik dari dalam maupun luar negeri.

"Qari-qari internasional ini digilir sampai hari terakhir Ramadhan. Dan habis itu kita tampilkan penceramah kultum dan itu kita ambil orang-orang yang sangat populer, apakah populer karena keilmuannya atau populer itu karena artisnya atau artis yang religius," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Listing Bank Muamalat Molor Dua Tahun Lebih, OJK Buka Suara
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rabu, layanan SIM Keliling tersedia di lima lokasi Jakarta 
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
3 Peluru Persib yang Bisa Hadirkan Kejutan saat Hadapi Ratchaburi di Bandung: Misi Super Berat!
• 13 jam lalubola.com
thumb
Rapat di Komisi III DPR, KSPSI hingga KSBSI Dukung Polri di Bawah Presiden
• 8 jam laludetik.com
thumb
Bukan Soal Beda Pendapat, Menkes Ungkap Alasan dr. Piprim Dipecat
• 1 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.