Penerangan Berbasis PLTS Hadir, Nelayan Cilamaya Kini Melaut dengan Lebih Aman dan Produktif

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Karawang, VIVA - Langit malam di pesisir Cilamaya tak selalu ramah bagi nelayan kecil. Di tengah gelapnya laut, seberkas cahaya sering kali menjadi penentu.

Apakah jaring bisa ditebar dengan aman, apakah perahu dapat bernavigasi tanpa risiko, dan apakah hasil tangkapan cukup untuk dibawa pulang ke keluarga. Bagi para nelayan pinggir, kegelapan menjadi tantangan harian yang melekat pada profesi mereka.

Baca Juga :
Uji Produksi Sumur Libo Milik Pertamina Hulu Rokan Hasilkan 1.274 Barel Per Hari
Ambisi Besar Sean Gelael: Saatnya Indonesia Berjaya di Balap Ketahanan

Kini, cerita itu perlahan berubah. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menghadirkan penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk membantu aktivitas melaut di malam hari.

Bantuan tersebut berupa paket penerangan PLTS portabel yang dipasang di kapal nelayan. Sistem ini terdiri dari panel surya yang ditempatkan di bagian atas perahu untuk menangkap sinar matahari saat siang hari, baterai penyimpanan energi, serta lampu penerangan yang dapat digunakan sepanjang malam.

Energi yang dikumpulkan pada siang hari disimpan dalam baterai, lalu dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk lampu di kapal saat nelayan melaut malam. Bantuan sederhana ini menghadirkan dampak nyata, dari peningkatan produktivitas hingga penghematan biaya operasional.

Budiman, nelayan yang telah melaut sejak tahun 2000 dan dikenal sebagai Local Hero Pertamina di desanya, merasakan langsung perubahan tersebut. Dulu, ia hanya mengandalkan senter kepala saat melaut malam. Selain melelahkan, alat itu kerap bermasalah ketika terkena air.

“Sekarang penerangannya sangat terang dan konsisten dari malam sampai pagi. Dulu karena pegal dan khawatir lampu mati, saya hanya bisa menabur jaring beberapa kali. Dengan PLTS, saya bisa sampai lima atau enam kali semalam. Penghasilan pun terasa bertambah,” tuturnya.

Cerita serupa datang dari Kiki Mulyana, nelayan kecil yang telah 10 tahun melaut. Ia mengaku sebelumnya bergantung pada aki yang mudah drop saat terkena air dan membutuhkan biaya penggantian.

“Dengan energi surya, kami jauh lebih hemat. Penerangannya luas, membantu memilih ikan, juga untuk navigasi supaya tidak terjadi kecelakaan, apalagi di jalur sungai yang sempit. Bahkan di darat pun penerangan PLTS bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki jaring, mengingat bongkar pasang yang mudah. Hal ini sangat membantu kami secara ekonomi dan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” jelas Kiki.

Baca Juga :
Febri Diansyah Nilai Tuntutan Kerry Riza Janggal, Harap Hakim Putus dengan Jernih dan Adil
Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong
Kerry Riza Dituntut 18 Tahun, Pengacara: Alarm Bahaya untuk Direksi BUMN dan Anak Muda

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi Brutal di Kemang: 4 Pria Diduga Mabuk Ngamuk di Kafe, Pengunjung dan Karyawan Babak Belur
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Teror Kuyank: Saranjana the Prequel Makin Ngeri, 1 Juta Penonton di Depan Mata
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Apakah Puasa Membantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi? Ini Penjelasannya
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tetap On-Point di Mana Saja, Intip Rahasia Rambut Badai Tanpa Rusak
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hadapi Runner Up Wimbeldon 2025, Langkah Janice Tjen Harus Terhenti Pada Babak Ketiga Dubai Tennis Championships
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.