VIVA – Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, ngamuk usai kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama babak play-off UEFA Champions League, Selasa malam.
Hasil buruk di Istanbul itu membuat langkah Juventus menuju babak 16 besar berada di ujung tanduk. Bertandang ke markas Galatasaray, Juventus sebenarnya sempat unggul 2-1 lewat dua gol Teun Koopmeiners, setelah tuan rumah membuka skor melalui Gabriel Sara.
Namun, babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Si Nyonya Tua. Galatasaray mengamuk dengan mencetak empat gol tambahan lewat Noa Lang (dua gol), Davinson Sanchez, dan Sacha Boey. Situasi Juventus kian rumit setelah Juan Cabal diganjar kartu merah pada menit ke-67.
Kekalahan tersebut memaksa Juventus wajib menang dengan selisih minimal tiga gol pada leg kedua yang akan digelar di Allianz Stadium, jika ingin menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Del Piero, yang menjadi analis di Sky Sport Italia, menilai performa Juventus jauh dari kata memuaskan. Ia menyebut kekalahan itu sebagai risiko yang harus diterima jika tim tidak tampil maksimal.
“Jika Juventus tidak berada di level terbaik, inilah risikonya. Mereka membuat kesalahan-kesalahan sepele yang langsung dihukum lawan, dan tidak menunjukkan kehadiran nyata di lapangan,” ujar Del Piero.
Ia juga memuji penampilan Galatasaray yang dinilainya tampil luar biasa, baik secara fisik maupun mental. Menurut Del Piero, padatnya jadwal pertandingan turut memengaruhi performa Juventus.
“Bermain setiap tiga hari menuntut konsistensi di level tertinggi. Di situlah terlihat potensi sesungguhnya sebuah tim dan sejauh mana mereka bisa melangkah,” katanya.
Meski masih menyisakan peluang di leg kedua, Del Piero mengakui ada sisi positif jika Juventus tersingkir dari Liga Champions musim ini.
“Jika perjalanan di Liga Champions berakhir, mungkin bukan hal terburuk bagi Juventus untuk hanya bermain satu laga dalam sepekan,” ucap Del Piero, menutup komentarnya.





