Tahukah kamu bahwa gaji bukan satu-satunya faktor pendorong kebahagiaan bekerja di Indonesia? Ternyata, ada beberapa aspek dalam lingkungan kerja yang dapat membuat mereka semakin bahagia. Bahkan, aspek-aspek ini terkesan sepele, Ladies.
Hal ini terungkap dalam survei terbaru oleh SEEK by Jobstreet yang dirilis pada Februari 2026. Survei bertajuk Workplace Happiness Index: Indonesia ini melibatkan 1.000 responden Indonesia dengan rentang usia 18–64 tahun.
Survei tersebut mengungkap, Indonesia menduduki peringkat pertama negara yang paling bahagia di tempat kerja di kawasan Asia Pasifik. Sebanyak 82 persen responden Indonesia menyatakan, mereka merasa sangat atau cukup bahagia di tempat kerja.
Angka ini jauh lebih tinggi dibanding negara-negara Asia Pasifik lainnya, seperti Filipina (77 persen), Malaysia (70 persen), Thailand (67 persen), Australia (57 persen), Singapura (56 persen), dan Hong Kong (47 persen).
Lantas, apa faktor yang mendorong kebahagiaan mereka dalam bekerja? Mungkin, banyak yang berspekulasi bahwa gaji tinggi menjadi faktor utama.
Namun, menurut survei, hanya 54 persen pekerja yang menempatkan “gaji tinggi” dalam top 5 daftar pendorong kebahagiaan kerja. Ini menunjukkan bahwa gaji tinggi memang menarik dan membahagiakan, tapi bukan segalanya.
Ternyata, work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, menempati posisi pertama dalam faktor pendorong kebahagiaan bekerja. Sebanyak 74 persen responden mengatakan, work-life balance membuat mereka bahagia dalam bekerja.
Menariknya, work-life balance menjadi faktor pendorong kebahagiaan kerja utama bagi generasi muda, dengan angka 76 persen Milenial dan 69 persen Gen Z.
Sementara itu, mayoritas Gen X tidak menilai work-life balance sebagai faktor pendorong kebahagiaan kerja. Bagi mayoritas Gen X, yaitu dengan angka 78 persen, faktor utamanya adalah tanggung jawab dan pekerjaan.
Kabar baiknya, kebahagiaan yang dirasakan oleh para pekerja akan berkontribusi positif bagi lingkungan kerja, Ladies. Menurut survei, karyawan yang bahagia dengan pekerjaan mereka 24 persen lebih termotivasi buat bekerja lebih keras untuk perusahaan.





