Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengusulkan anggaran biaya tambahan (ABT) untuk pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebesar Rp2,4 triliun.
"Koordinasi percepatan pengurusan anggaran biaya tambahan, ini yang akan kami usulkan Pak Pimpinan (kepada Ketua DPR Sufmi Dasco) Rp2,4 triliun," kata Mendikdasmen Mu'ti pada Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Advertisement
Ia menerangkan pihaknya akan menggunakan ABT untuk proses penanganan pascabencana, termasuk revitalisasi sekolah, tunjangan khusus guru (TKG), hingga penyaluran bantuan pemerintah berupa peralatan.
Untuk mempercepat proses pemulihan pembelajaran itu, pihaknya telah menyusun sejumlah rencana kerja selama dua minggu terakhir pada bulan Februari.
Salah satunya ialah pihaknya akan melanjutkan rakor percepatan rekonstruksi pascabencana dengan dinas pendidikan di tiga provinsi terdampak.
Selain itu, pihaknya juga akan melanjutkan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) revitalisasi satuan pendidikan pascabencana dengan total target sebanyak 1.204 sekolah.
Ketiga, Kemendikdasmen juga akan melanjutkan proses verifikasi dan pembuatan rekening bagi 13.000 guru guna penyaluran Tunjangan Khusus Guru (TKG), dengan total nilai bantuan sebesar Rp83,3 miliar.
Kemendikdasmen juga akan kembali menyalurkan bantuan Pemerintah berupa peralatan (TIK, peralatan laboratorium, peralatan olahraga, alat kebersihan dan alat permainan edukatif), dengan total bantuan sebesar Rp60 miliar.
“Kami sampaikan secara umum bahwa kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal. Sebagian masih belajar di tenda atau di kelas darurat, dan sebagian menumpang di sekolah lain,” ujar Mu’ti.




