Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa sudah ada beberapa nama yang telah masuk ke dalam pendaftaran calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK).
Menurut pria yang juga menjabat Ketua Panitia Seleksi (Pansel) OJK itu, pihaknya masih menunggu figur-figur yang lebih berkualitas untuk mendaftarkan diri.
"Saya sempat lihat tadi pagi, saya browse orang-orangnya siapa aja. Mungkin masih kami tunggu orang-orang yang lain yang lebih berkualitas untuk masuk," terangnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menurut Purbaya, sebagian besar peserta seleksi DK OJK yang sudah masuk ke daftar pansel belum ahli dalam bidangnya. "Saya masih lihat sebagian besar masih bukan orang jagonya-jagonya gitu," kata pria yang juga mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
Untuk diketahui, proses seleksi petinggi OJK telah resmi dimulai dengan pembukaan pendaftaran seleksi. Presiden juga telah membentuk panitia seleksi (pansel) melalui Keputusan Presiden RI Nomor 16/P Tahun 2026 pada 9 Februari tahun ini.
Proses pendaftaran dibuka mulai 11 Februari 2026 pukul 00.00 WIB sampai dengan 2 Maret 2026 pukul 23.59 WIB.
Baca Juga
- OJK Jamin Fundamental Bank Himbara Kokoh Meski Outlook Berubah
- Danantara Masuk Himbara, OJK Pastikan Pengawasan Prudensial Tak Berubah
- Friderica Dorong Internal OJK Ikuti Seleksi Calon Dewan Komisioner
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota bersama 8 anggota lainnya yaitu Perry Warjiyo, Suahasil Nazara, Bambang Eko Suhariyanto, Aida S. Budiman, Erwan Agus Purwanto, Dhahana Putra, Muhammad Rullyandi, dan Gusti Aju Dewi.
"Panitia Seleksi bekerja sigap dengan secara resmi membuka pendaftaran calon," demikian dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Pansel Calon ADK OJK.
Pansel akan mencari calon pengisi jabatan Ketua DK OJK, Wakil Ketua DK OJK dan Anggota DK OJK yang masing-masing ditinggalkan Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara, serta Inarno Djajadi usai aksi jual besar-besaran investor saham akhir Januari lalu.
Aksi jual jumbo investor saham itu menyebabkan koreksi dalam pada IHSG, yang awalnya dipicu ultimatum dari Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI) terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu juga memicu pengunduran diri Iman Rachman dari Direktur Utama BEI.





