Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti tantangan berat yang dihadapi Indonesia pada era digital saat ini, khususnya terkait derasnya arus informasi.
Ia mengungkapkan, di era digital saat ini, arus informasi sangat deras sehingga kadang membuat bingung masyarakat yang memecah belah.
“Bhinneka Tunggal Ika, unity in diversity, bukan sekadar jargon. Ini sebuah kesepakatan kolektif kita sebagai bangsa,” ujar AHY saat berikan sambutannya di acara Imlek 2026 Partai Demokrat di Ballroom Djakarta Theater pada Rabu (18/2).
“Oleh karena itu mudah-mudahan kendati hari ini kita hidup di tengah-tengah derasnya arus digital dan media sosial, bahkan kita sering sekali terjebak dalam sebuah tsunami informasi, disinformasi terjadi, misinformasi terjadi, sering kita tidak mengetahui mana yang benar mana yang salah, mana yang aktual mana yang merupakan fake news ataupun hoaks,” lanjutnya.
Meski begitu, AHY mengatakan tantangan disrupsi informasi tersebut tidak menjadi alasan untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu menegaskan bahwa persatuan adalah kesepakatan kolektif yang harus dijaga agar Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai krisis global.
“Dunia hari ini penuh dengan ketidakpastian. Saatnya justru kita semakin kuat bersatu,” tutup dia.





