Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan perhatian khusus kepada keluarga prajurit marinir yang gugur dalam bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. KSAD menyerahkan tali asih sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan atas dedikasi para prajurit yang menjadi korban.
Secara simbolis, Jenderal Maruli menyerahkan kunci rumah kepada para ahli waris. Bantuan ini diberikan kepada total 23 ahli waris, yang terdiri dari 12 ahli waris prajurit yang sudah berkeluarga dan 11 ahli waris prajurit yang belum berkeluarga.
Dalam pernyataannya, Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa keluarga dari para prajurit yang gugur akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar TNI.
"Kami hadir di sini untuk menyampaikan rasa duka kami kepada keluarga yang ditinggalkan karena korban kecelakaan bencana alam juga sedikit memberikan ali asih kepada mereka, serta meyakinkan bahwa silaturahmi kami dan mereka akan terus kita lanjutkan," ujar Jenderal Maruli.
Baca juga: Pemerintah Salurkan Santunan bagi Keluarga Prajurit Gugur Korban Longsor Cisarua
TNI membuka prioritas bagi putra-putri korban yang memiliki keinginan untuk menjadi prajurit di masa depan. Selain itu, pihak TNI juga telah menyiapkan program beasiswa pendidikan untuk menjamin keberlangsungan studi anak-anak yang ditinggalkan.
Pada kesempatan yang sama, Panglima Korps Marinir, Letjen TNI Endi Supardi, menyampaikan bahwa dari total 23 prajurit marinir yang menjadi korban bencana tersebut, seluruhnya telah berhasil ditemukan.
Namun, hingga saat ini masih terdapat empat jenazah yang tengah menunggu hasil identifikasi DNA oleh pihak kepolisian sebelum diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga.




