Ketahui Anomali Jam Macet Selama Bulan Puasa

kumparan.com
21 jam lalu
Cover Berita

Bulan puasa kerap membawa perubahan signifikan pada pola aktivitas masyarakat, termasuk dalam hal mobilitas dan lalu lintas.

Penyesuaian jam kerja, kebiasaan berbuka puasa, hingga meningkatnya aktivitas sore hari membuat kondisi jalan raya selama Ramadan berbeda dibanding hari biasa, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Instruktur sekaligus Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, mengimbau masyarakat yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk lebih memahami anomali lalu lintas selama bulan puasa. Menurutnya, perubahan pola perjalanan sudah bisa dirasakan sejak pekan pertama Ramadan.

“Memang benar akan ada perubahan, apalagi saat awal puasa yang dikaitkan dengan perjalanan atau pengoperasian kendaraan bermotor. Tak terkecuali bagi masyarakat dengan profesi yang bergantung pada kendaraan,” ujar Jusri saat dihubungi kumparan, Rabu (18/2/2026).

Pada pekan pertama Ramadan, Jusri menjelaskan, kepadatan lalu lintas cenderung meningkat di pagi dan sore hari. Banyak pekerja memilih berangkat lebih awal agar bisa pulang lebih cepat menjelang waktu berbuka puasa dan salat tarawih. Akibatnya, jam sibuk pagi bisa dimulai lebih cepat dari biasanya, sementara kepadatan sore hari sudah terasa sejak pukul 15.00 WIB.

"Jadi kita bisa berangkat lebih pagi, bisa ambil waktu setelah melakukan salat subuh karena kondisi tubuh sudah bugar setelah sahur dan istirahat tidur malam dengan waktu ideal (6-7 jam)," imbuhnya.

Memasuki pekan kedua Ramadan, pola lalu lintas biasanya mulai bergeser. Masyarakat dinilai sudah mulai beradaptasi dengan ritme puasa, sehingga jam berangkat kerja dan pulang kantor menjadi lebih stabil. Namun, kepadatan sore tetap tinggi, terutama di jalur-jalur menuju pusat kuliner, pasar takjil, dan kawasan perbelanjaan.

Di periode ini, lalu lintas padat umumnya terjadi pada pukul 16.00 hingga 18.30 WIB. Waktu tersebut bertepatan dengan aktivitas ngabuburit dan meningkatnya mobilitas warga yang mencari makanan berbuka puasa.

Sementara itu, pada pekan ketiga kepadatan lalu lintas biasanya kembali meningkat. Selain aktivitas berbuka puasa bersama, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan Lebaran, seperti belanja kebutuhan, mudik lokal, hingga silaturahmi.

Pada fase ini, kemacetan tidak hanya terjadi di sore hari, tetapi juga di siang hari, terutama di kawasan pusat perbelanjaan dan jalur utama. Jam padat bisa berlangsung lebih panjang, mulai dari pukul 14.00 WIB hingga malam hari.

Kondisi lalu lintas selama Ramadan juga dipengaruhi oleh kebijakan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta. Selama bulan puasa, jam kerja ASN ditetapkan mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB pada Senin-Kamis, dan hingga pukul 16.30 WIB pada Jumat.

Penyesuaian ini membuat arus pulang kerja pegawai negeri terjadi lebih awal. Dampaknya, kepadatan lalu lintas sore hari cenderung datang lebih cepat dan bertumpuk dengan aktivitas masyarakat yang juga berkegiatan menunggu waktu berbuka.

Adapun memasuki pekan keempat Ramadan, kondisi lalu lintas justru cenderung lebih lengang dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh mulai berkurangnya aktivitas kerja, meningkatnya jumlah warga yang mudik lebih awal, serta menurunnya agenda buka bersama dan kegiatan luar rumah.

Meski demikian, Jusri tetap mengingatkan pengendara untuk tidak lengah, karena kepadatan bisa kembali meningkat secara tiba-tiba di titik-titik tertentu, terutama di jalur menuju terminal, stasiun, dan pusat perbelanjaan.

"Manajemen atau rencana perjalanan juga penting, lebih bagus kita sudah punya jalur alternatif untuk menghindari titik-titik yang rawan dengan kepadatan lalu lintas saat bulan puasa. Ingat juga untuk selalu bisa menjaga kestabilan emosi ketika berkendara," paparnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
• 2 jam lalubola.com
thumb
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Dominasi Sejumlah Wilayah Indonesia pada Kamis
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Polisi lakukan penyekatan untuk cegah tawuran dan SOTR di Pademangan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham EMTK, INET, MEDC, TOBA
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jumlah Pengungsi Bencana Sumatera Turun, Kini 12.994 Orang
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.