Harga Emas Naik di Tengah Ketegangan Geopolitik, Pasar Cermati Risalah The Fed

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melonjak 2 persen pada Rabu (18/2/2026), seiring investor mencermati risiko geopolitik yang masih membara.

Harga Emas Naik di Tengah Ketegangan Geopolitik, Pasar Cermati Risalah The Fed. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia melonjak 2 persen pada Rabu (18/2/2026), seiring investor mencermati risiko geopolitik yang masih membara.

Pelaku pasar juga menanti risalah rapat Januari bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan rilis malam ini waktu setempat.

Baca Juga:
Utang Rp11,4 Triliun, Sisa Aset Merpati Belum Mampu Lunasi Hak 1.255 Eks Karyawan 

Emas spot naik 2,06 persen menjadi USD4.978,28 per troy ons, usai sempat menembus level USD5.010 pada perdagangan intraday.

Sehari sebelumnya, harga logam mulia ini sempat merosot lebih dari 2 persen ke USD4.841,74, level terendah dalam sepekan.

Baca Juga:
Strategi Saham: Racikan Agresif di Tahun Kuda Api 2026, Momentum Jadi Kunci

Analis Marex, Edward Meir, mengatakan, dikutip Reuters, terdapat kegelisahan terkait ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, baik antara Iran dan AS maupun di kawasan lain.

Namun demikian, ia menilai pergerakan emas sepanjang Februari masih berada dalam rentang perdagangan yang ketat, sehingga belum terlihat arah yang benar-benar jelas.

Baca Juga:
Prabowo-Trump Bakal Teken Tarif Dagang Usai Agenda Board of Peace 

Dari sisi geopolitik, hari pertama perundingan damai Ukraina-Rusia yang dimediasi AS berakhir hanya dalam dua jam.

Presiden Volodymyr Zelensky menyebut pembicaraan tersebut “sulit” dan menuding Moskow mengulur waktu.

Di sisi lain, Iran pada Selasa menyatakan telah mencapai seperangkat “prinsip panduan” dengan AS untuk pembicaraan nuklir.

Meski begitu, menteri luar negerinya mengingatkan bahwa kesepakatan final belum dalam waktu dekat.

Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas telah naik lebih dari 15 persen sepanjang tahun ini, melanjutkan reli kuat tahun lalu.

Investor juga menantikan risalah rapat The Federal Reserve pada 16-17 Januari, di tengah meredanya risiko pasar tenaga kerja dan perlambatan kemajuan inflasi.

“Narasinya sudah berubah sejak rapat The Fed terakhir, ketika para pembuat kebijakan lebih berhati-hati. Pasar kini melihat gambaran berbeda, jadi saya kira risalahnya tidak akan mengungkap banyak hal baru,” ujar Meir.

Pelaku pasar turut mencermati laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS pada Jumat, yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, guna mencari petunjuk arah inflasi dan dampaknya terhadap biaya pinjaman.

Pasar saat ini memperkirakan total dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, dengan pemangkasan pertama diperkirakan pada Juni, menurut CME FedWatch Tool.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Di logam lainnya, perak spot melonjak 6,4 persen menjadi USD78,10 per troy ons setelah sehari sebelumnya turun lebih dari 4 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Suasana Sholat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Cetak laba Rp 56,3 T di 2025, Ini Bocoran Dividen Bank Mandiri (BMRI)
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Shin Hae Sun dan Na In Woo akan Reuni di Drakor Rom-Com Netflix Baru Love OClock
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
28 Titik Panas Terdeteksi di Kabupaten Muaro Jambi
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Cegah Pemborosan APBN, Pemerintah Mulai Groundcheck Data 11 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan
• 4 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.