Inara Rusli singgung soal permintaan maaf dan seseorang yang sibuk jadi artis menjadi berita populer di hari Rabu (18/2).
Selain itu, kasus CPNS bodong yang menyeret anak Nia Daniaty juga menjadi sorotan.
Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
1. Singgung soal Permintaan Maaf, Inara Rusli Sindir Sosok yang Sibuk Jadi ArtisInara Rusli kembali jadi buah bibir warganet setelah unggahan Instagram Story-nya. Dalam unggahan tersebut, Inara menegaskan sudah berupaya meminta maaf dan bertemu langsung, bahkan melibatkan beberapa pihak sebagai penengah. Namun, ia menyiratkan bahwa permintaannya itu tidak digubris.
Secara tersirat, Inara menyindir sosok yang disebutnya kini lebih memilih kesibukan sebagai artis, bahkan sempat menyinggung soal kontrak 50-50 dengan manajemen lama. Meskipun tidak menyebut nama secara gamblang, banyak yang mengaitkan unggahan ini dengan perseteruannya dengan Wardatina Mawa.
Diketahui, Inara Rusli saat ini sedang berperkara dengan Wardatina Mawa terkait dugaan perzinaan, yang kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan.
2. Rayakan Imlek dalam Kondisi Berkabung, Sarwendah: Tanpa Barongsai dan Baju MerahSarwendah berbagi cerita mengenai perayaan Tahun Baru Imlek yang terasa berbeda tahun ini. Masih dalam suasana berkabung setelah kepergian sang ayah, Hendrik Lo alias Yeye, perayaan Imlek kali ini digelar sangat sederhana, jauh dari kemeriahan yang biasa identik dengan angpao merah dan barongsai.
Istri Ruben Onsu ini melakukan sejumlah penyesuaian tradisi. Misalnya, angpao boleh diberikan namun tanpa amplop merah, serta tidak diperbolehkan mengenakan baju serba merah. Kue lapis, hidangan khas yang biasa dibuat ibunda, juga ditiadakan karena masa berkabung belum genap setahun.
Sarwendah juga menyampaikan kepada anak-anaknya bahwa barongsai tidak bisa dihadirkan di rumah. Meski ada rasa kehilangan yang mendalam atas ketidakhadiran sang ayah, ia berharap tahun baru ini membawa kebahagiaan dan kesehatan bagi keluarganya.
3. Buka Suara soal Diduga Diludahi Indra Frimawan, Fajar Sadboy: Hanya CandaanFajar Sadboy akhirnya buka suara mengenai video viral dirinya yang diduga diludahi oleh komedian Indra Frimawan dalam sebuah konten podcast. Fajar menanggapi santai, menyebut kemungkinan hal itu dipicu oleh dirinya sendiri atau karena Indra sedang pusing.
Ia menegaskan bahwa perlakuan Indra dalam video tersebut hanyalah sebuah candaan. Meskipun Fajar mengakui batas candaan itu penting, ia memilih untuk tidak mempermasalahkannya dan menganggapnya sebagai bagian dari proses belajar.
Fajar juga mengungkapkan bahwa Indra Frimawan sudah meminta maaf secara langsung kepadanya. Ia membantah keras tudingan warganet bahwa ia benar-benar diludahi, menegaskan bahwa video itu hanya editan dan semburan yang terlihat hanyalah efek.
4. Siap Buka Hati Lagi, Asri Welas Ungkap Syarat untuk Calon Pendamping HidupAsri Welas kini siap membuka hati kembali untuk mengenal orang baru setelah resmi bercerai dari Galiech Ridha Rahardja. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa mencari pendamping hidup setelah menyandang status janda dengan tiga anak bukanlah perkara mudah.
Bagi Asri, pria yang ingin mendekatinya harus siap menerima segala konsekuensi, termasuk peran dan tanggung jawabnya sebagai ibu dari ketiga anaknya. Ia memilih untuk santai dan tidak terburu-buru dalam mencari pasangan, dengan prioritas utama tetap pada kesehatan dan kebahagiaan anak-anak.
Mengenai hubungannya dengan mantan suami, Asri memilih untuk membatasi komunikasi hanya untuk kepentingan anak.
5. Korban CPNS Bodong Desak Anak Nia Daniaty Lunasi Uang Rp 8,1 MiliarKasus penipuan CPNS bodong yang menyeret nama Olivia Nathania, Rafly Noviyanto Tilaar, dan ibunya, Nia Daniaty, kembali memanas. Para korban, melalui kuasa hukumnya, Odie Hudianto, mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk panggilan aanmaning atau teguran eksekusi agar ketiga tergugat segera melunasi kerugian senilai Rp 8,1 miliar.
Meskipun Olivia sudah dipenjara, hal itu tidak menghapus kewajiban perdatanya. Odie menegaskan bahwa pihak tergugat mampu membayar, namun dinilai tidak memiliki niat baik. Ketidakhadiran mereka dalam panggilan aanmaning semakin memperkuat dugaan ini.
Karena kesabaran sudah habis setelah empat tahun menunggu, para korban telah menyerahkan data pemetaan aset milik Nia Daniaty, Olivia, dan Rafly Tilaar. Aset berupa harta bergerak maupun tidak bergerak seperti rumah dan rekening siap disita atau diblokir untuk melunasi kerugian yang dialami ratusan korban.





