Purwakarta, ERANASIONAL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, menjalin kerja sama strategis dengan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) untuk memperkuat ekosistem pertanian daerah secara terintegrasi. Kolaborasi ini difokuskan pada regenerasi petani dan penguatan ketahanan pangan.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menitikberatkan pada dua program utama, yakni penguatan Kebun Istimewa sebagai pusat edukasi dan praktik pertanian, serta implementasi Program Sekolah Berkebun (PSB).
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong regenerasi petani yang menjadi perhatian nasional. Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pembentukan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan,” ujar Bupati yang akrab disapa Om Zein, Rabu (18/2/2026).
Berdasarkan Sensus Pertanian BPS 2023, jumlah petani di Indonesia mengalami penurunan 7,4 persen dalam 10 tahun terakhir. Dari 31,70 juta petani pada 2013, jumlahnya menyusut menjadi 29,34 juta orang pada 2023. Penurunan ini didominasi oleh berkurangnya petani muda, sementara sekitar 70 persen petani saat ini berusia lanjut.
Menurut Om Zein, kondisi tersebut harus dipandang sebagai isu strategis jangka panjang.
“Regenerasi petani merupakan isu nasional, bukan hanya isu daerah. Jika ingin mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, investasi terbesar harus pada pembangunan SDM dan sistemnya. Kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi Purwakarta dalam agenda tersebut,” tegasnya.
Selain fokus pada edukasi, kerja sama ini juga diarahkan untuk menyelaraskan potensi produksi hortikultura daerah dengan kebutuhan pasar, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian, penguatan sektor pertanian diharapkan berdampak tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga distribusi dan keberlanjutan sistem pangan.
Dalam rangkaian kegiatan, Bupati Purwakarta beserta jajaran meninjau fasilitas produksi dan riset EWINDO untuk melihat langsung proses pengembangan varietas hortikultura yang adaptif terhadap kondisi agroklimat serta kebutuhan petani.
Managing Director EWINDO, Glenn Pardede, menegaskan bahwa peran sektor swasta dalam pertanian harus dilihat secara komprehensif.
“Kami percaya kontribusi industri pertanian tidak berhenti pada penyediaan benih. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem agar inovasi diikuti edukasi, produktivitas diiringi keberlanjutan, dan pertanian tetap relevan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Glenn menjelaskan, model kolaborasi ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian berbasis ekosistem, melalui sinergi kebijakan, inovasi, dan transfer pengetahuan.
Menurutnya, pertanian daerah tidak cukup bertumpu pada input produksi semata, tetapi juga harus didukung peningkatan kompetensi, kesinambungan pembelajaran, serta kesiapan generasi penerus untuk terlibat aktif.
Dengan pendekatan tersebut, Purwakarta diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai daerah berpotensi hortikultura yang dikelola secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap agenda ketahanan pangan nasional.





