Bisnis.com, BANDUNG — Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat Ning Wahyu Astutik menyebut kondusivitas iklim usaha untuk mendorong perekonomian.
Ning mengatakan, peran ini harus diambil oleh semua pihak tidak hanya asosiasi, tapi juga pemerintah, Aparat Penegak Hukum (APH) juga media untuk membentuk persepsi publik mengenai kondusivitas iklim usaha di tatar pasundan.
"Perannya sangat besar ya, apa lagi media merupakan salah satu pilar fundamental," ucap Ning, Kamis (18/2/2026).
Hal ini, kata dia, mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya sangat kompleks, bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi, percepatan penciptaan lapangan kerja, kesejahteraan masyarakat, dan investasi.
Pasalnya, dunia usaha memerlukan kepastian hukum, stabilitas keamanan dan iklim sosial yang tenang dan rasional.
Ia menilai Jawa Barat memiliki tantangan iklim usaha yang kompleks, mulai dari persoalan upah, investasi, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga restrukturisasi industri.
Baca Juga
- Ekonomi Jabar Tumbuh 5,85% pada Akhir 2025, Investasi jadi Motor Utama
- Sumitomo & PLN Teken Jual Beli Listrik TPPAS Legok Nangka 19 Februari
- OJK Cirebon Soroti Lonjakan Investasi Ilegal Jelang Ramadan, 38 Kasus Tercatat
Sehingga, perlu adanya peran bersama untuk menjawab tantangan ini melalui kolaborasi antarpihak. Dengan demikian target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat bisa diakselerasi.
Ning juga mengingatkan dengan kondisi geopolitik yang tidak berpihak pada sektor usaha domestik, dia berharap ada keberpihakan market Tanah Air terhadap produk lokal.
"Potensinya sangat besar, jika ceruk itu bisa dioptimalkan bisa jadi industri kita bisa tetap tumbuh meski diterpa masalah politik global," ungkapnya.





