Jakarta, tvOnenews.com - Memasuki Ramadhan 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menunjukkan tren kenaikan. Cabai merah besar dan bawang merah menjadi dua komoditas yang mengalami lonjakan paling tinggi dalam sepekan terakhir.
Pedagang cabai, Andi (35), mengungkapkan harga cabai merah besar kini menyentuh Rp40.000 per kilogram (kg) setelah mengalami kenaikan bertahap.
"Harga cabai merah besar hari ini Rp40 ribu per kilogram. Sekarang lagi lumayan naik, lumayan mahal. Sudah naik sejak sekitar semingguan, naiknya bertahap," kata Andi,Kamis (19/2/2026).
Ia menyebut sebelumnya harga cabai masih berada di rentang Rp25.000 hingga Rp30.000 per kg. Menurut dia, berkurangnya suplai menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga.
"Awalnya sempat Rp25-30 ribu per kilogram, semakin naik, naik. Kalau naik itu berarti stoknya menipis. Kalau lagi mahal biasanya karena barangnya sedikit," ujar Andi.
Andi menambahkan, pergerakan harga cabai sangat dipengaruhi kondisi pasokan dari daerah pengirim. Jika distribusi kembali normal dan stok melimpah, harga berpotensi turun. Sebaliknya, keterbatasan pasokan dapat membuat harga kembali terkerek selama Ramadhan.
"Perkiraan naik atau tidaknya selama Ramadhan tergantung stok di lokasi pusat. Kalau banyak stoknya ya turun lagi harganya. Kalau stok sedikit bisa naik lagi," katanya.
Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas bawang merah. Pedagang bawang, Aril (44), menyampaikan harga bawang merah kupas kini berada di angka Rp42.000 per kg. Sementara bawang merah berkulit ukuran besar dijual sekitar Rp50.000 per kg.
"Harga bawang merah yang kupas Rp42 ribu per kilogram. Kalau yang kulit, yang besar-besar, sekitar Rp50 ribuan," katanya.
Aril menjelaskan, lonjakan mulai terlihat sejak pertengahan Februari 2026. Sebelumnya harga masih berkisar Rp35.000 per kg, namun dalam beberapa hari terakhir melonjak signifikan.
"Harganya ini sedang naik, mulai naik dari tiga hari lalu sekitar tanggal 15-16 Februari. Awalnya Rp35 ribuan per kilogram, sekarang sudah Rp40-50 ribuan," ujarnya.
Ia menduga pasokan dari sentra produksi, khususnya Brebes, Jawa Tengah, mengalami penurunan sehingga memengaruhi ketersediaan barang di pasar induk.




