Penulis: Fityan
TVRINews-Wolverhampton
Kekalahan mengejutkan dari Wolves di Molineux memberikan napas baru bagi Manchester City dalam persaingan takhta Liga Primer.
Langkah Arsenal menuju gelar juara Liga Primer Inggris menemui hambatan serius setelah dipaksa bertekuk lutut oleh tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers.
Dalam laga yang berlangsung di bawah cuaca ekstrem Molineux, performa "Meriam London" dinilai jauh dari standar tim calon juara.
Meski sempat memimpin dua gol, Arsenal gagal mempertahankan dominasi. Debut manis Tom Edozie menjadi mimpi buruk bagi tim tamu, sekaligus memberikan hukuman telak atas ketidakefektifan skuat asuhan Mikel Arteta dalam menjaga ritme permainan.
Dominasi yang Semu
Arsenal memulai laga dengan meyakinkan. Bukayo Saka membuka keunggulan melalui sundulan pada menit kelima setelah menerima umpan silang Declan Rice.
Dominasi tim tamu tampak semakin kokoh saat Piero Hincapié menggandakan keunggulan, mencetak gol perdananya untuk Arsenal setelah sempat dianulir namun kemudian disahkan oleh VAR.
Namun, keunggulan tersebut rupanya semu. Seiring turunnya suhu di stadion, performa Arsenal turut merosot.
Hugo Bueno secara mengejutkan memperkecil ketertinggalan lewat tembakan melengkung yang merobek pojok gawang, mengubah atmosfer pertandingan secara drastis.
Sorotan tajam tertuju pada lini depan Arsenal. Meskipun menurunkan Viktor Gyökeres yang bernilai £64 juta, daya gedor Arsenal tidak terlihat lebih baik dibandingkan lini serang Wolves yang mengandalkan Adam Armstrong.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi Arsenal. Meski masih unggul lima poin dari Manchester City, Arsenal telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dan hanya memenangkan dua dari tujuh laga terakhir mereka.
Pukulan dari Debutan
Momen krusial terjadi enam menit sebelum laga usai. Tom Edozie, pemain muda yang baru menjalani debutnya, berhasil memanfaatkan kepanikan di lini pertahanan Arsenal.
Tembakannya membentur tiang gawang sebelum berbelok masuk setelah mengenai Riccardo Calafiori.
Hasil ini bukan sekadar kekalahan biasa bagi Arsenal, melainkan sebuah titik balik yang bisa menentukan arah perburuan gelar juara.
Di tengah angin kutub dan hujan salju, Arsenal gagal melewati ujian mental yang biasanya menjadi syarat mutlak bagi tim yang ingin mengangkat trofi di akhir musim.
Editor: Redaktur TVRINews





