Akselerasi Kawasan Industri Hijau Jaga Daya Saing Indonesia di Pasar Global

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Menurutnya, langkah ini perlu ditempuh untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global.

Akselerasi Kawasan Industri Hijau Jaga Daya Saing Indonesia di Pasar Global. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Akselerasi pengembangan green industrial park dinilai bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan. Transformasi menuju kawasan industri rendah karbon juga menjadi bagian penting dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Chief Executive Officer (CEO) SUN Energy Jefferson Kuesar menegaskan, pendekatan energi berkelanjutan harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Menurutnya, langkah ini perlu ditempuh untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global.

Baca Juga:
Kawasan Industri Deltamas (DMAS) Kini Gunakan Pusat Data Berbasis AI

“Akselerasi green industrial park bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global,” ujar Jefferson dalam keterangan resminya, dikutip pada Kamis (19/2/2026).

“Melalui pendekatan Energy-as-a-Solution, kami tidak hanya menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tetapi membangun fondasi energi terbarukan yang lebih stabil, efisien, dan rendah emisi bagi tenant dan pengelola kawasan industri. Inilah kontribusi kami dalam mempercepat transisi energi dan mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia," katanya.

Baca Juga:
KIJA Raup Marketing Sales Rp3,6 Triliun Sepanjang 2025 Ditopang Kawasan Industri Cikarang

Menurutnya, pengembangan PLTS di kawasan industri menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem industri hijau. Sebagai pusat aktivitas manufaktur dan konsumsi energi berskala besar, kawasan industri memegang peran strategis dalam menurunkan emisi operasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Baca Juga:
5 Saham Kawasan Industri yang Dapat Dicermati Investor, Ini Emiten dan Profilnya

Laporan Center for Global Sustainability mencatat, sedikitnya 21 kawasan industri di Indonesia telah menggunakan atau merencanakan pemanfaatan PLTS sebagai bagian dari strategi energi bersih. Salah satu implementasi yang berkembang terlihat di Kawasan Industri Jababeka.

Di kawasan tersebut, SUN mengembangkan PLTS dengan kapasitas total 1,8 megawatt (MW) yang dimanfaatkan oleh tenant lintas sektor, mulai dari industri material bangunan, komponen otomotif, farmasi, laboratorium inspeksi, hingga industri kemasan. Model ini dinilai berpotensi menjadi pilot project bagi pengembangan kawasan industri rendah karbon di Indonesia.

Selain pengembangan PLTS, elektrifikasi transportasi logistik dan operasional kawasan industri juga menjadi elemen penting dalam dekarbonisasi.

CEO SUN Mobility Karina menyebut solusi ekosistem kendaraan listrik atau EV membantu industri ke operasional yang selaras dengan target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

“Selain mengembangkan sistem energi surya, kami memandang elektrifikasi transportasi logistik dan operasional turut menjadi elemen penting dalam upaya dekarbonisasi kawasan industri," ujar Karina.

“Melalui solusi EV ecosystem yang kami kembangkan, kami melengkapi strategi Energy-as-a-Solution dari SUN. Tujuan kami adalah membantu tenant industri beralih ke operasional yang lebih efisien, lebih bersih, dan selaras dengan target Net Zero," kata dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Elnusa (ELSA) Tuntaskan Pengeboran Sembilan Sumur Sepanjang 2025
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
TVRI Antisipasi Gangguan Siaran dan Mitigasi Teknis Menyambut Piala Dunia 2026
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Suasana Haru Iringi Pemakaman Nani Rubiyani, Ibunda Muhammad Farhan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waspada Sembelit Saat Puasa: Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Asupan Serat untuk Pencernaan dan Mental
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kunjungan Prabowo ke AS: Era Baru Politik Luar Negeri RI di Mata Dunia
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.