Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon memfasilitasi sebanyak 498 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jawa Barat selama Ramadan 1447 Hijriah.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyebutkan, kebijakan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah kota dalam menggerakkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan momentum tingginya aktivitas konsumsi masyarakat saat bulan puasa.
Ditambahkannya, program tersebut dikemas dalam Festival Ramadan yang dipusatkan di jantung Kota Cirebon. Pemerintah memastikan seluruh aspek teknis dan pengaturan telah disiapkan sebelum hari pertama puasa dimulai.
"Ratusan tenda lapak disusun terpusat agar pelaku UMKM memiliki ruang usaha yang tertata, aman, dan mudah diakses pembeli," ujar Edo, Kamis (19/2/2026).
Edo menyatakan pemerintah tidak hanya ingin menghadirkan suasana Ramadan yang semarak, tetapi juga memastikan perputaran ekonomi masyarakat tetap terjaga.
Menurutnya, Ramadan selalu menjadi momentum peningkatan transaksi, terutama sektor kuliner dan kebutuhan harian, sehingga perlu difasilitasi secara sistematis.
Baca Juga
- OJK Cirebon Soroti Lonjakan Investasi Ilegal Jelang Ramadan, 38 Kasus Tercatat
- Sinyal Bahaya Inflasi Ramadan Mulai Terlihat di Cirebon
- H-3 Ramadan, Harga Daging Ayam di Kabupaten Cirebon Naik 10%
“Seluruh perangkat daerah sudah berkoordinasi. Secara teknis sudah siap. Kami ingin Ramadan membawa dampak ekonomi langsung bagi pedagang kecil,” ujarnya.
Sebanyak 498 lapak yang terdata akan mengisi sisi jalan dengan beragam produk, mulai dari makanan berbuka puasa, minuman, aneka jajanan tradisional, hingga busana muslim.
Pemerintah menilai jumlah tersebut cukup untuk mengakomodasi antusiasme pelaku usaha sekaligus mencegah konsentrasi pembeli hanya pada satu titik tertentu.
Menurut Edo, festival tersebut dirancang sebagai pengungkit pendapatan UMKM. Penataan dilakukan agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan utama.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas untuk menghindari kemacetan. Jalan Siliwangi tidak ditutup total, namun pembeli dilarang berhenti di bahu jalan atau melakukan transaksi dari kendaraan.
Sistem drive-thru tidak diperkenankan. Pengunjung diminta memarkirkan kendaraan di kantong parkir yang telah disediakan, seperti di area Balai Kota, gedung DPRD, Bank BJB, dan Gedung Setda.
Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP disiagakan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar. Jika terjadi lonjakan pengunjung, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional.
"Festival Ramadan akan berlangsung setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang sahur pukul 04.00 WIB. Rentang waktu tersebut dipilih karena menjadi periode dengan potensi transaksi tertinggi, terutama menjelang waktu berbuka dan setelah salat tarawih," kata Edo.





