Minum Kopi Saat Sahur dan Berbuka, Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasannya

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Memasuki bulan Ramadan, umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa dengan menyesuaikan pola makan dan minum harian. Perubahan jadwal ini membuat tubuh perlu beradaptasi dengan waktu sahur dan berbuka yang terbatas.

Perubahan pola konsumsi selama puasa membuat pemilihan minuman menjadi hal yang perlu diperhatikan. Salah satu yang sering dipertanyakan adalah kebiasaan minum kopi yang sudah menjadi bagian dari rutinitas harian.

Waktu konsumsi kopi perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu kondisi tubuh selama berpuasa. Hal ini berkaitan dengan efek kafein terhadap keseimbangan cairan serta respons lambung saat perut kosong.

Apakah boleh minum kopi saat sahur dan berbuka?

Minum kopi saat sahur kurang dianjurkan karena kopi bersifat diuretik yang dapat menarik cairan tubuh dan membuangnya melalui urine atau saat BAB. Kondisi ini membuat cadangan cairan berkurang sejak awal puasa.

Kehilangan cairan tersebut dapat meningkatkan risiko dehidrasi selama menjalani puasa. Tubuh menjadi lebih mudah lemas karena asupan cairan tidak cukup hingga waktu berbuka.

Kopi sebenarnya boleh diminum saat berbuka, tetapi tidak disarankan sebagai minuman pertama. Saat berbuka, minuman yang lebih mudah dicerna seperti air putih atau teh lebih baik dikonsumsi terlebih dahulu karena kafein dapat memicu peningkatan asam lambung saat perut kosong.

Konsumsi kopi sebaiknya dilakukan sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka, atau setelah minum air putih dan makan. Cara ini membantu menetralkan kondisi lambung sehingga tubuh diketahui lebih siap menerima kafein.

Namun, konsumsi kopi saat berbuka puasa dapat menimbulkan beberapa dampak. Berikut sejumlah efek yang dapat muncul jika berbuka dengan kopi:

1. Gangguan Pencernaan

Kopi yang diminum saat berbuka dapat memicu peningkatan asam lambung. Kondisi ini terjadi karena kandungan kafein merangsang produksi asam ketika perut masih kosong.

 

Akibatnya, risiko keluhan pencernaan dapat meningkat, seperti nyeri perut atau rasa tidak nyaman di lambung. Dalam beberapa kasus, keadaan ini juga dapat memperburuk gangguan usus seperti sindrom iritasi usus besar.

2. Dehidrasi

Mengonsumsi kopi saat berbuka berpotensi menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Risiko ini lebih besar bila asupan air putih sepanjang hari tidak mencukupi.

Kafein bersifat diuretik yang merangsang pengeluaran cairan melalui urine. Dampaknya, cairan tubuh lebih cepat berkurang sehingga rasa haus dapat muncul kembali setelah berbuka.

3. Sakit Kepala

Konsumsi kafein secara rutin dapat menimbulkan ketergantungan pada sebagian orang. Saat asupan kafein dihentikan mendadak, tubuh dapat mengalami reaksi penyesuaian.

Reaksi tersebut sering memunculkan keluhan seperti sakit kepala dan kelelahan. Selain itu, perubahan suasana hati dan rasa mudah tersinggung juga dapat terjadi.

Secara keseluruhan, konsumsi kopi saat puasa tetap diperbolehkan selama waktu dan cara minumnya diperhatikan dengan baik. Pemilihan momen yang tepat serta keseimbangan asupan cairan dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap nyaman, sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih optimal tanpa mengabaikan kesehatan.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Kepemimpinan Sekolah, 100 Kepala Sekolah Ikut Ramadan Leadership Camp
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan Khusus Wilayah DKI Jakarta
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil Liga Inggris: Gol Bunuh Diri Calafiori Batalkan Kemenangan Arsenal atas Wolverhampton
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadi Waka Komisi III Usai Sanksi MKD, Sahroni: Mudah-mudahan Saya Jadi Lebih Baik
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Grebek 3.800 Porsi Buka Puasa Gratis di Jogokariyan, Menu Gulai Ayam Jadi Rebutan Hari Pertama
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.