Salah satu poin paling krusial dalam standar baru tersebut adalah dihapusnya seluruh konten teknis yang berkaitan dengan setir setengah lingkaran atau half-steering wheel (yoke steering). Langkah ini menjadi sinyal kehati-hatian regulator terhadap desain kemudi non-konvensional yang belakangan populer, terutama pada kendaraan listrik, dikutip dari Carnewschina. Standar Lama Dinilai Tak Lagi Relevan Standar keselamatan kemudi sebelumnya, GB 11557-2011, telah digunakan lebih dari satu dekade. Namun, dengan pertumbuhan pesat kendaraan listrik dan adopsi teknologi baru, regulasi tersebut dinilai tidak lagi memadai untuk mengevaluasi sistem kemudi modern.
Dalam pembaruan ini, sejumlah persyaratan diperketat. Batas gaya horizontal dalam pengujian modul manusia kini diturunkan menjadi 11.110 Newton, selaras dengan regulasi internasional UN R12. Selain itu, ditetapkan ambang batas yang lebih ketat untuk pergerakan kolom kemudi ke arah atas dan belakang saat terjadi tabrakan. Baca Juga:
Pemerintah Targetkan Mandatori E20 pada 2028 untuk Tekan Impor Bensin
Yang tak kalah penting, standar baru ini menghapus pengecualian uji benturan manusia yang sebelumnya diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Artinya, seluruh model kendaraan tanpa pengecualian wajib lulus uji verifikasi tersebut. Setir Yoke Dinilai Sulit Penuhi Standar Desain setir setengah lingkaran menghadapi tantangan fundamental dalam memenuhi standar baru. Regulasi mewajibkan uji benturan pada sepuluh titik spesifik di lingkar kemudi, termasuk 'titik tengah area terlemah' dan 'titik tengah area penopang terpendek'.
Pada setir yoke yang tidak memiliki bagian atas lingkaran, titik-titik pengujian tersebut secara fisik tidak ada. Konsekuensinya, desain ini secara teknis tidak dapat memenuhi standar nasional terbaru.
Data kecelakaan yang dikutip Autohome menyebutkan 46 persen cedera pengemudi berasal dari mekanisme kemudi. Setir konvensional berbentuk lingkaran penuh dinilai memberikan area penahan benturan lebih luas saat tubuh pengemudi terdorong ke depan.
Sebaliknya, setir setengah lingkaran memungkinkan tubuh melewati celah bagian atas saat terjadi benturan sekunder, sehingga meningkatkan risiko cedera secara signifikan. Baca Juga:
Kisaran Harga Bekas Truk Scania P380 Isu Keamanan Airbag dan Kendala Penggunaan Standar baru juga menyoroti aspek keselamatan saat airbag mengembang. Regulasi melarang adanya benda keras seperti komponen logam atau plastik yang mengarah ke penumpang saat airbag aktif.
Desain setir yoke dengan penutup dan struktur penopang yang tidak simetris dinilai memiliki pola patahan yang sulit diprediksi ketika airbag mengembang dalam hitungan milidetik. Validasi melalui kamera kecepatan tinggi pun dianggap tidak cukup menjamin konsistensi keselamatan.
Di luar isu regulasi, sejumlah pengguna juga melaporkan kendala praktis penggunaan setir yoke pada kendaraan harian. Berbeda dengan mobil Formula 1 yang memiliki rasio kemudi sangat kecil dan digunakan di lintasan, mobil konsumen membutuhkan putaran kemudi lebih besar untuk manuver seperti putar balik dan parkir. Banyak pengemudi mengaku kesulitan mengoperasikan setir dengan satu tangan dan tidak jarang tangan menyentuh layar dashboard secara tidak sengaja. Berlaku untuk Model Baru, Ada Masa Transisi Mulai 2027, seluruh model kendaraan baru yang mengajukan persetujuan tipe wajib memenuhi standar GB 11557-202X. Sementara itu, model yang sudah lebih dulu disetujui diperkirakan akan mendapatkan masa transisi sekitar 13 bulan untuk melakukan penyesuaian desain.
Dengan regulasi ini, arah kebijakan keselamatan di Tiongkok semakin jelas: inovasi desain tetap diperbolehkan, tetapi tidak boleh mengorbankan aspek perlindungan dasar pengemudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





