Saham Bank Besar Kompak Merah saat BI Kembali Tahan Suku Bunga

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Saham-saham bank besar tertekan pada perdagangan Kamis (19/2/2026), di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan.

Saham Bank Besar Kompak Merah saat BI Kembali Tahan Suku Bunga. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Saham-saham bank besar tertekan pada perdagangan Kamis (19/2/2026), di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 14.50 WIB, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,37 persen ke Rp7.175 per unit. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 1,04 persen ke Rp3.790 unit.

Baca Juga:
Transaksi Pembayaran Digital Tembus 4,79 Miliar, QRIS Tumbuh 131,47 Persen

Tekanan lebih dalam dialami PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang merosot 3,32 persen ke Rp5.100. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun Rp10 atau 0,22 persen ke Rp4.480.

Sejalan dengan pelemahan saham perbankan, indeks sektoral IDXFINANCE turun 1,33 persen, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 0,48 persen ke level 8.270 hingga pukul 14.50 WIB.

Baca Juga:
Perkuat Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Prabowo: Kami Butuh Mitra untuk Industrialisasi

BI kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 18-19 Februari 2026.

Selain BI Rate, bank sentral juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility di level 3,75 persen serta suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.

Baca Juga:
BI Rate Lagi-Lagi Ditahan di Level 4,75 Persen

"Dengan melihat berbagai perkembangan dan prospek-prospek tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18 dan 19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Keputusan ini, kata Perry, konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global guna mendukung capaian sasaran inflasi 2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai informasi, BI Rate telah turun total 150 basis poin, terdiri atas 25 basis poin pada September 2024 dan 125 basis poin sepanjang 2025. Penurunan tersebut membawa suku bunga acuan ke level 4,75 persen hingga November 2025, sekaligus menjadi posisi terendah sejak 2022.

Berdasarkan data, BI Rate tercatat ditahan di level yang sama sejak September 2025, tanpa mengalami perubahan hingga periode terbaru. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Get The Look: Inspirasi Outfit Hangout ala Steph Hui
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kronologi Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Batu Tewaskan 1 Orang, Truk Rem Blong
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Perkuat Pasokan Susu MBG, BEEF Datangkan 250 Sapi Perah Impor
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kolaborasi Kampus-Industri untuk Hilirisasi Sawit
• 2 jam lalumatamata.com
thumb
Gempa Terkini Magnitudo 5,1 Guncang Kepulauan Aru Maluku
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.