Penulis: Agung Nugroho
TVRINews, Yogyakarta
Kampung Ramadan 1447 Hijriah di kawasan Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, kini telah dibuka untuk warga dalam rangka menyambut tradisi tahunan yang telah menjadi ikon bulan suci di Kota Gudeg.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Sukamto, menegaskan bahwa Kampung Ramadan Jogokariyan bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat yang menghadirkan ruang kebaikan nyata bagi umat.
Menurutnya, Kampung Ramadan merupakan wujud semangat beramal masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Masjid dinilai mampu berperan sebagai pusat pemberdayaan umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya pelaku UMKM dan distribusi rezeki secara berkeadilan.
“Melalui kegiatan ini, ibadah ritual berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat. Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan tidak hanya berasal dari banyaknya harta, tetapi dari manfaat yang dirasakan bersama,” demikian isi sambutan tersebut, dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara itu, Ketua Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan, Muhammad Falah Akbar, menyampaikan adanya peningkatan jumlah takjil yang disiapkan tahun ini. Jika pada Ramadan sebelumnya tersedia 3.500 porsi, kini bertambah menjadi 3.800 porsi.
Panitia juga tetap mempertahankan penyajian menu berbuka menggunakan piring. Kebijakan ini bertujuan agar makanan tidak dibawa pulang, sehingga jamaah dapat mengikuti salat Magrib berjamaah di masjid.
"Terdapat peningkatan jumlah UMKM atau pedagang takjil di sepanjang Jalan Jogokariyan. Tahun ini juga dibuka lokasi baru di sebelah area parkir untuk festival, serta penambahan tenant dari sponsorship," ujar Falah Akbar.
Pada Ramadan 1447 H, sekitar 400 pedagang meramaikan pasar sore Kampung Ramadan Jogokariyan. Beragam agenda seperti talkshow turut digelar guna menambah wawasan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat selama bulan suci.
Editor: Redaktur TVRINews





