KKP Patok Stok Ikan Nasional 7,3 Juta Ton Hingga Maret 2026, Aman Jelang Lebaran

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID– Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda perairan Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap optimistis terhadap ketahanan pangan laut nasional.

KKP memproyeksikan stok ikan nasional di sektor hulu akan tetap terjaga di angka 7,3 juta ton hingga Maret 2026.

Jumlah ini dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang lonjakan permintaan pada Hari Raya Idulfitri yang jatuh di pertengahan Maret mendatang.

Direktur Kepelabuhan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Ady Candra, mengakui adanya sedikit perlambatan aktivitas penangkapan ikan di awal tahun akibat faktor alam.

BACA JUGA:Pilot Pesawat Kargo Pelita Air yang Jatuh di Kalimantan Utara Meninggal

"Prognosa kita ada sekitar 7,3 juta ton produksi hingga Maret 2026 ini. Memang sedikit agak turun karena pola musim yang sangat tergantung dengan faktor cuaca," ungkapnya, Kamis (19/2).

Fenomena gelombang tinggi ini memaksa banyak nelayan, khususnya kapal-kapal kecil, untuk menepi sementara waktu. Namun, pihak KKP menegaskan bahwa kondisi ini merupakan siklus tahunan yang sudah diprediksi sebelumnya dan tidak bersifat permanen.

Kabar baiknya, siklus penangkapan ikan diperkirakan bakal kembali bergairah pada awal Maret. Pola ini biasanya ditandai dengan kembalinya kapal-kapal besar ke dermaga, terutama di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa, untuk membongkar muatan dalam jumlah masif menjelang Lebaran.

"Biasanya menjelang Idul Fitri akan banyak kapal yang kembali, terutama di Pantura. Hal ini akan mendorong peningkatan produksi secara signifikan dari sektor perikanan tangkap," kata Ady.

Meski volume produksi secara nasional berada di angka jutaan ton, distribusi per provinsi memperlihatkan dinamika yang beragam.

Jawa Tengah saat ini masih memegang kendali sebagai lumbung ikan terbesar dengan kontribusi mencapai 40.000 ton lebih, disusul oleh DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara.

BACA JUGA:Penabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Bersedia Ganti Rugi Sebesar Rp25 Juta

Menariknya, meskipun produksi sedikit melambat di awal kuartal, harga beberapa jenis ikan ekonomis penting di pasaran terpantau relatif stabil.

Komoditas seperti Cakalang, Cumi, Kakap, hingga Tongkol tidak mengalami lonjakan harga yang mengkhawatirkan.

Kenaikan harga hanya terjadi di beberapa titik tertentu yang bersifat lokal.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI: Modal Asing Masuk 1,6 Miliar Dolar AS, Bantu Stabilkan Nilai Tukar Rupiah
• 9 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
DPRD DKI Minta Jam Operasional Lapangan Padel Dievaluasi Usai Dikeluhkan Warga
• 4 jam laludetik.com
thumb
Skor ESG Tinggi dan Free Float Saham Kuat, WIKA Beton Wakili Emiten Indonesia Berstandar Global
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Wardatina Mawa Bersyukur Akhirnya Ada Titik Terang, Kasus dengan Insanul Fahmi Naik Sidik!
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Suasana Stasiun Manggarai Sebelum Jam Buka Puasa, 2 Peron Ini Paling Padat
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.