HARIAN FAJAR, SURABAYA — Persijap Jepara mengambil langkah strategis menjelang pertandingan krusial melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu, 21 Februari 2024, dengan menukar posisi pelatih kepala dan direktur teknik. Mario Lemos kembali menempati kursi pelatih kepala, sementara Divaldo Alves bergeser menjadi direktur teknik, sebuah keputusan yang mencerminkan keseriusan klub dalam mempertahankan posisi di kasta tertinggi sekaligus membangun fondasi jangka panjang.
Reposisi Peran untuk Efektivitas Tim
Manajer Persijap, Egat Sacawijaya, menegaskan bahwa perubahan ini bukan keputusan reaktif, melainkan bagian dari desain besar klub untuk membangun Persijap secara berkelanjutan.
“Keputusan ini merupakan wujud keseriusan kami membangun Persijap secara berkelanjutan,” jelas Egat saat ditemui di Surabaya.
Menurut manajemen, Mario Lemos memiliki kapasitas kepemimpinan dan kualitas teknis yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa tim dalam pertandingan-pertandingan penting. Sementara itu, Divaldo Alves difokuskan untuk menjaga arah teknis dan filosofi klub dari level struktural agar fungsi teknis dan kepemimpinan berjalan lebih efektif.
Duel Taktik Pelatih Portugal di Stadion Gelora Bumi Kartini
Langkah ini langsung diuji dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya yang dipimpin oleh Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang dikenal dengan gaya pressing intens dan organisasi rapi. Kedua pelatih memiliki karakter taktik yang disiplin dan detail-oriented, dengan Lemos yang cukup adaptif dan Tavares yang piawai membangun tim.
Pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu, 21 Februari 2024.
Situasi dan Target Kedua Tim
Persijap Jepara saat ini masih berada di zona degradasi dan sangat membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa bertahan di liga. Target utama mereka adalah mempertahankan posisi sekaligus membangun identitas klub yang lebih kuat.
Sementara itu, Persebaya Surabaya baru saja mengalami kekalahan 1-2 dari Bhayangkara FC, yang mengakhiri rentetan 13 laga tanpa kekalahan mereka. Bernardo Tavares menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit.
“Kami harus melupakan hasil tersebut dan fokus pada pertandingan berikutnya,” beber Tavares.
Taruhan Besar Persijap di Tengah Tekanan
Manajemen Persijap memandang perubahan ini sebagai upaya menyelamatkan musim, mengembalikan stabilitas ruang ganti, dan memberikan sentuhan kepemimpinan langsung dari Lemos di lapangan.
Jika strategi ini berhasil, Persijap tidak hanya akan bertahan di liga, tetapi juga menunjukkan arah pembangunan yang lebih matang dan berkelanjutan. Namun, kegagalan dalam pertandingan ini bisa menjadi sorotan tajam bagi klub.
Sabtu nanti bukan sekadar laga biasa, melainkan ujian besar bagi struktur baru Persijap dan duel gengsi dua pelatih Portugal di tanah Jawa.





