BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Terlalu Murah, tapi Modal Asing Terus Masuk

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai wajarnya (undervalued) jika dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Tekanan yang terjadi dinilai lebih dipengaruhi faktor global dan premi risiko pasar keuangan internasional.

“Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi dengan pengendalian inflasi sesuai sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027,” kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (19/2).

Per 18 Februari 2026, rupiah tercatat di level Rp 16.880 per dolar AS atau melemah 0,56 persen (point-to-point) dibandingkan akhir Januari 2026. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global serta naiknya kebutuhan valas korporasi domestik seiring membaiknya aktivitas ekonomi.

“Tentu saja ini yang kalau kita lihat pergerakan nilai tukar ada dua faktor yang utama yang berpengaruh yaitu, faktor fundamental yaitu indikator inflasi, pertumbuhan ekonomi, imbal hasil maupun juga indikator-indikator lain yang semuanya menunjukkan berbagai faktor-faktor fundamental, itu menunjukkan rupiah mestinya akan lebih stabil dan cenderung menguat,” ungkapnya.

Dengan inflasi yang terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen serta imbal hasil domestik yang relatif menarik, ia menilai secara fundamental rupiah seharusnya bergerak lebih stabil. Namun, tekanan jangka pendek masih muncul akibat faktor eksternal.

“Pertanyaannya tentu saja faktor-faktor teknikal, faktor-faktor premi risiko yang khususnya terjadi di global memang kelihatan faktor-faktor ini yang memang menimbulkan tekanan-tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar,” tutur Perry.

Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Untuk meredam volatilitas, BI meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar offshore non-deliverable forward (NDF) serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik.

“Dan karenanya itu respons bank indonesia adalah meningkatkan intensitas intervensi untuk menstabilkan nilai tukar, baik di pasar luar negeri, NDF maupun di pasar dalam negeri,” kata Perry.

Langkah stabilisasi tersebut diperkuat dengan upaya menarik aliran modal asing, khususnya investasi portofolio melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). Dalam dua bulan terakhir, arus masuk modal asing menunjukkan tren positif dengan net inflow yang mendukung stabilitas rupiah.

Perry optimistis, dengan kombinasi intervensi aktif dan fundamental yang kuat, nilai tukar rupiah akan kembali bergerak sesuai nilai wajarnya dan cenderung menguat.

Diversifikasi Valas dan Pendalaman Pasar

Senada, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menyampaikan BI juga memperkuat strategi jangka menengah melalui pendalaman pasar valas. Salah satunya dengan mendorong transaksi rupiah terhadap yuan (CNY/CNI) dalam perdagangan bilateral dengan Tiongkok melalui skema local currency transaction (LCT).

Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS sekaligus memperluas sumber suplai valas di pasar domestik. BI juga terus mendorong peningkatan instrumen pasar uang agar semakin menarik bagi investor asing.

Berdasarkan data settlement per 18 Februari, inflow ke SRBI telah mencapai Rp 31 triliun dan ke SBN sekitar Rp 530 miliar. Secara keseluruhan, inflow year-to-date tercatat sekitar USD 1,6 juta. Arus masuk tersebut dinilai sangat membantu menopang stabilitas rupiah di tengah dinamika global.

“Jadi inflow ini terus meningkat sehingga overall year to date itu sudah mencapai sekitar USD1,6 juta untuk inflow. Dan ini sangat membantu sekali untuk stabilitas dari rupiah itu sendiri,” kata Destry.

Dengan intervensi yang konsisten, penguatan instrumen moneter, serta pendalaman pasar keuangan, BI meyakini tekanan terhadap rupiah bersifat sementara. Seiring meredanya premi risiko global, rupiah diproyeksikan bergerak stabil dan kembali menguat menuju level yang mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menpora Apresiasi Kesuksesan CdM Reda Mantovani, Tegaskan Fokus Menuju Asian Para Games 2026
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
69 Halte Transjakarta Sediakan Mushola di Ramadhan 2026, Cek Daftarnya
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Sapi Jumbo Sedekah Prabowo Bikin Ponpes di Aceh Semangat Sambut Ramadan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Masih Kuat, Dolar AS Gilas Mata Uang Utama Dunia
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bantuan Diaspora dari Malaysia ke Indonesia Tertahan di Bea Cukai
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.