Liputan6.com, Jakarta - Warga Kembangan, Jakara Barat protes menjamurnya gubuk karaoke liar. Selain aktivitas yang ganggu hingga tengah malam, karaoke liar itu diduga menjadi tempat prostitusi.
Warung karaoke liar itu berdiri di sepanjang Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat. Warga memasang spanduk berisi keresahan hingga penolakan terhadap lapak-lapak liar di pinggir Tol Lingkar Luar Jakarta Barat 2 tersebut.
Advertisement
Seorang warga sekitar, Chandra (30) mengatakan, lapak-lapak semi permanen itu menjadi tempat hiburan layaknya hiburan malam.
"Kadang-kadang ada biduannya dua orang ada di warung itu, mereka pada karaoke, pada nyanyi," ujar Candra. Dilansir Antara, Kamis (19/2/2026).
Chandra mengaku sangat terganggu dengan adanya aktivitas tersebut. Sebab, aktivitas di warung karaoke itu dilakukan hingga dini hari. Sehingga menggangu warga yang istirahat.
"Kadang sampai jam 2 pagi masih kedengaran suara dangdut. Soalnya itu dekat sama permukiman warga, jadi ganggu banget lah," ungkapnya.
Ketua RW 01 Kelurahan Meruya Selatan, Nasrullah membenarkan adanya protes dan keresahan warga. "Kalau masyarakat itu kan dia resah ya, jadi yang pertama ya suara musik itu," kata Nasrullah.
Nasrullah menceritakan, gubuk-gubuk itu sudah berdiri sejak lama, tepatnya saat pembebasan lahan warga yang berada di pinggir tol. Menurutnya, orang-orang yang kerap mampir atau beraktivitas di gubuk-gubuk itu juga tidak diketahui asalnya.
"Makanya aspirasi warga diwujudkan dengan bentuk pemasangan spanduk. Surat keberatan warga sudah disampaikan ke jelurahan," ungkap dia.




