Menlu Lavrov soal Hubungan Rusia-AS: Pragmatis, Harus Ambil Manfaat dari Setiap Proyek

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Panas dingin hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) mengindikasikan kuatnya kepentingan nasional dua negara adidaya tersebut. Meski dalam beberapa kesempatan Presiden AS Donald Trump bisa bersanding dengan Presiden Vladimir Putin, tapi di sisi lain nampak jelas di permukaan betapa alotnya hubungan kedua negara -- terutama dalam perjanjian nuklir Rusia-AS New Start yang belum lama ini berakhir. 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan hubungan antara Rusia dan AS saat ini bersifat pragmatis, karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing.

Baca Juga :
Rusia Peringatkan Serangan Baru ke Iran Berisiko Picu Insiden Nuklir, Guncang Stabilitas Global
Prabowo Saksikan Penandatangan 11 MoU Senilai USD 38,4 Miliar di AS, Ini Daftarnya

"Hubungan keduanya pragmatis... Kami memang berkomunikasi. Kami memahami bahwa kami harus menggunakan akal sehat. Kami mengakui kepentingan nasional AS," kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya.

"Tepat setahun yang lalu, ketika saya bertemu dengan [Menteri Luar Negeri AS] Marco Rubio di Riyadh, mereka mengatakan kepada kami bahwa AS mengikuti kepentingan nasionalnya. Tetapi, mereka juga mengakui kepentingan nasional Rusia."

"Ketika kepentingan-kepentingan ini saling tumpang tindih, kita harus memetik manfaat dan melaksanakan sejumlah proyek. Ketika kepentingan-kepentingan ini berbeda, kita tidak boleh membiarkannya berujung pada konfrontasi, terutama konfrontasi yang panas. Kami sepenuhnya setuju dengan hal itu," imbuhnya.

Dalam melaksanakan kelompok kerja dengan AS, Rusia mencoba memahami bagaimana keinginan Washington untuk bekerja sama berkorelasi dengan upaya untuk menyingkirkan Rusia dari pasar energi, kata Lavrov lebih lanjut.

"Meskipun Amerika dengan tulus mengatakan kepada kami bahwa, begitu masalah Ukraina diselesaikan, kita dapat memulai kerja sama yang saling menguntungkan, tapi untuk saat ini, mereka mencoba memaksa kami keluar dari pasar energi global," kata Lavrov.

Dia menambahkan bahwa "kami telah sepakat dengan kolega Amerika kami untuk membentuk kelompok kerja ekonomi bilateral. Kami akan membahas semua masalah ini dalam kelompok kerja ini."

Baca Juga :
Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Cerita soal MBG hingga Komitmen Berantas Korupsi
Prabowo: Amerika Serikat dan Indonesia Sahabat Sejati
Prabowo Sebut Amerika Serikat Banyak Bantu Indonesia di Masa-masa Kritis

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dinkes Bandarlampung sebut BGN tutup sementara SPPG Sumber Rejo
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Jelang Hadapi Persib, Carlos Pena Tuntut Kesiapan Seluruh Penggawa Persita
• 57 menit lalukompas.tv
thumb
Pilot Pesawat Kargo Pelita Air yang Jatuh di Kalimantan Utara Meninggal
• 9 jam laludisway.id
thumb
Produksi Perikanan Tangkap Diprediksi Menurun hingga Maret 2026, Apa Penyebabnya?
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Eka Hospital MT Haryono Luncurkan SURE, Pusat Layanan Transformasi Bedah Robotik Urologi
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.