JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean pembeli Bubur Madura di Bazar Takjil Benhil, Jakarta Selatan, tidak hanya diisi oleh warga yang ingin membeli takjil untuk berbuka puasa.
Ada pula warga nonmuslim yang tak mau ketinggalan mencicipi makanan manis tersebut.
Dahlia (55) salah seorang warga nonmuslim datang bersama adiknya untuk mengantre membeli bubur madura yang banyak diminati tersebut.
Baca juga: Hari Pertama Puasa, Dagangan Penjual Takjil di Benhil Ludes dalam Hitungan Jam
"Saya nyarinya cuman bubur ini, enak sih. Terus entar, baru keliling yang lain," kata dia saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (19/2/2026).
Ini bukan pertama kalinya Dahlia membeli bubur Madura di Bazar Takjil Benhil.
"Sering, sering. Tahun kemarin juga di sini. Enak," tutur dia
Ia juga masih bingung memilih takjil apa lagi yang akan dibeli.
"Ya liat dulu, liat yang pengin ya. Kayak apa, lontong juga enak, apa yang bambu itu apa sih namanya? Lemang," ucapnya.
Meskipun demikian, ia mengaku kesulitan mencari parkir jika datang ke bazar takjil tersebut. Terlebih ia datang menggunakan mobil.
"Tapi parkirnya susah. Tadi kan dari sana macet, sampe ke sini, untung ada dapet satu (tempat parkir)," kata dia.
Baca juga: Daftar Harga Menu Takjil di Benhil, Mulai dari Rp 4.000 Per Buah
Bazar takjil di sekitar Balai Warga RW 01 Benhil, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikenal sebagai salah satu tempat menjual takjil paling laris selama Ramadhan.
Pengamatan Kompas.com di lokasi pukul 16.00 WIB, warga yang datang langsung masuk menuju ke area bazar untuk membeli makanan dan minuman.
Para pedagang tersusun menjadi tiga deret di sisi kiri dan dua deret di sisi kanan.
Jarak antar deretan pedagang menjadi jalan bagi para pengunjung untuk berjalan.