tvOnenews.com - Hari Jumat sering disebut sebagai sayyidul ayyam—penghulu segala hari.
Di hari inilah kaum Muslimin berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah; mulai dari memperbanyak shalawat, berdoa, hingga membaca Al-Quran.
Namun di antara sekian banyak amalan yang dianjurkan, ada satu surah yang secara khusus ditekankan untuk dibaca setiap hari Jumat, yaitu Surah Al-Kahfi.
Amalan ini bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Rasulullah SAW serta mengandung pelajaran keimanan yang sangat mendalam bagi kehidupan seorang Muslim di tengah berbagai ujian zaman.
Menurut penjelasan Ustaz Khalid Basalamah, membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat adalah amalan yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
- Unsplash/Lexi T
“Setiap hari Jumat, yang sangat ditekankan untuk dibaca oleh Muslim adalah Surah Al-Kahfi,” ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Ustaz Khalid juga menjelaskan adanya keutamaan besar bagi siapa saja yang membacanya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi SAW:
“Siapa yang membaca Al-Kahfi di malam Jumat, Allah akan berikan cahaya antara dia dengan Ka'bah.”
Tidak hanya itu, dalam riwayat lain juga disebutkan:
“Siapa yang membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat, akan selamat dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim no. 809)
Membangun Keyakinan di Tengah Fitnah Zaman
Surah Al-Kahfi bukan hanya sekadar bacaan rutin mingguan. Di dalam beberapa ayat pertamanya, Allah SWT membangun fondasi keyakinan dalam diri seorang Muslim terhadap kebenaran Al-Quran.
Sebagaimana dijelaskan oleh Ustaz Khalid Basalamah, ayat-ayat awal dalam surah ini menegaskan bagaimana seorang Muslim harus yakin bahwa Al-Quran adalah petunjuk hidup yang benar—baik dalam hal informasi maupun hukum-hukum kehidupan.
Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga masa kini dan masa depan.
Bahkan seluruh aspek kehidupan manusia—mulai dari ekonomi, sosial, hingga politik—memiliki panduan yang telah diatur dalam Al-Quran.
- Freepik
Kisah Ashabul Kahfi: Keyakinan yang Menyelamatkan




