PNM Diusulkan Lepas dari BRI (BBRI), Intip Hitungan Dampaknya ke Laba dan Aset Grup

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana Kementerian Keuangan menarik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari induknya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap kinerja konsolidasi bank pelat merah tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tengah mengkaji kemungkinan agar PNM difokuskan menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR) untuk mendukung program-program pemerintah. Ia menyoroti besarnya beban subsidi bunga KUR yang selama ini mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun.

“Saya subsidi bunga KUR berapa? Rp40 triliun. Saya sedang pikirkan, masih belum dapat persetujuan. Jadi saya masih di level teknis dulu,” ujarnya, dikutip Kamis (19/2/2026).

Purbaya juga mempertanyakan dampak kebijakan KUR tersebut terhadap valuasi BRI sebagai entitas publik, khususnya jika bank harus terus menjalankan program public service obligation (PSO).

“BRI kan entitas bisnis yang publik. Kalau dia dipaksa menjalankan program PSO pemerintah atau PNM-nya dipaksa menjalankan program pemerintah, apakah dia enggak mengganggu valuasi BRI sendiri,” katanya.

Secara kinerja, kontribusi PNM terhadap BRI dinilai tidak dominan, namun tetap signifikan. Berdasarkan laporan keuangan BRI hingga kuartal III-2025, total aset seluruh anak usaha BRI tercatat sebesar Rp244,5 triliun. Dari jumlah tersebut, PNM menyumbang sekitar 22,8% atau setara Rp55,7 triliun.

Baca Juga

  • Wacana PNM di Bawah Kemenkeu, Analis Soroti Risiko Intervensi
  • Lo Kheng Hong Soroti Reformasi Pasar Modal: Jangan Berharap Untung dari Emiten Tak Jujur
  • Misi Perdamaian Gaza di BoP: Indonesia Wakil Komandan ISF, Terjunkan 8.000 Pasukan

Dari sisi laba bersih, total laba anak usaha BRI mencapai Rp8,19 triliun, dengan kontribusi PNM sekitar 13,4% atau sekitar Rp1,1 triliun. Mengingat seluruh anak usaha berkontribusi sekitar 19,9% terhadap laba bersih konsolidasi BRI, maka kontribusi PNM terhadap laba grup berkisar 2% hingga 3%.

Dengan demikian, apabila PNM keluar dari konsolidasi, laba bersih grup berpotensi turun sekitar Rp1 triliun, sementara aset konsolidasian menyusut lebih dari Rp55 triliun, dengan asumsi komponen lain tetap.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan belum ada komunikasi resmi terkait rencana penarikan PNM dari grup BRI. “Belum ada,” ujarnya saat ditemui.

Ia menambahkan, apabila terdapat rencana aksi korporasi, termasuk terkait PNM, keputusan sepenuhnya berada di tangan pemegang saham.

Sementara itu, Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai pelepasan anak usaha secara langsung akan memengaruhi aset dan laba konsolidasian induk.

“Bila perusahaan anak memiliki kinerja baik maka dapat berdampak pada pengurangan kinerja konsolidasian, demikian sebaliknya,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPOM sidak takjil di Kupang, nyatakan aman konsumsi
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Demo Warnai Pertemuan Dewan Perdamaian, Isu Palestina Menggema di Washington
• 3 jam laludetik.com
thumb
Cak Imin: Negara Harus Memampukan Rakyat, Lepas dari Bantuan Sosial
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Anggaran Pendidikan Tahun 2026 Naik dan Tidak Dipangkas Untuk Program MBG
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Pengunjung Lapas Nekat Selundupkan 22 Gram Sabu, Pelaku Langsung Dibekuk Petugas | BU
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.