Harga Emas Naik Terbatas di Tengah Ketegangan AS-Iran, Pasar Tunggu Data Inflasi

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (19/2/2026) seiring investor mencermati ketegangan Amerika Serikat (AS)-Iran.

Harga Emas Naik Terbatas di Tengah Ketegangan AS-Iran, Pasar Tunggu Data Inflasi. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (19/2/2026) seiring investor mencermati ketegangan Amerika Serikat (AS)-Iran, sementara penurunan klaim pengangguran di AS mengindikasikan pasar tenaga kerja yang tetap solid menjelang rilis data inflasi akhir pekan ini.

Emas spot naik 0,35 persen di level USD4.994,83 per troy ons.

Baca Juga:
Ultra Voucher (UVCR) Dukung BCA Expoversary 2026 Lewat Integrasi Voucher Digital

“Kita sedang terombang-ambing dan bergerak sideways dengan volatilitas,” ujar analis strategi pasar senior RJO Futures, Daniel Pavilonis, dikutip dari Reuters.

Pavilonis menambahkan, “Ketegangan dengan Iran menopang emas, dan meskipun prospek yang lebih luas masih cukup bullish, kita masih bisa melihat satu kali penurunan lagi yang dipicu faktor di luar isu Iran.”

Baca Juga:
Dragonmine Akuisisi 80 Persen Saham BLUE, Siap Laksanakan Tender Offer

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau “hal-hal buruk” akan terjadi. Ia juga tampak menetapkan tenggat 10 hari sebelum AS kemungkinan mengambil tindakan.

Ketegangan geopolitik dan ekonomi umumnya menguntungkan emas, karena logam mulia ini secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai yang aman.

Baca Juga:
Prabowo Hadiri KTT Perdana Board of Peace di Washington DC

Risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada 27-28 Januari yang dirilis Rabu menunjukkan para pembuat kebijakan terbelah terkait arah kebijakan moneter ke depan.

Sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain cenderung mendukung pemangkasan bila tekanan harga mereda.

Klaim pengangguran mingguan AS turun menjadi 206.000 pada pekan yang berakhir 14 Februari, jauh di bawah ekspektasi 225.000, memperkuat sinyal ketahanan pasar tenaga kerja setelah laporan ketenagakerjaan bulanan yang solid pekan lalu.

Investor kini menantikan rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Jumat waktu setempat, indikator inflasi pilihan The Fed, untuk mendapatkan petunjuk lanjutan mengenai arah kebijakan bank sentral tersebut.

Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama AS tahun ini terjadi pada Juni, menurut FedWatch Tool dari CME Group.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Perak spot naik 0,6 persen ke USD77,66 per troy ons setelah melonjak lebih dari 5 persen pada Rabu.

Platinum spot turun 0,8 persen ke USD2.054,08 per ons, sementara paladium melemah 2,6 persen ke USD1.671,34. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Freeport Komitmen Investasi US$ 20 Miliar di Indonesia
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Lupakan Kemenangan Atas Persebaya, Paul Munster Minta Bhayangkara FC Waspadai Persik Kediri
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Rapat Perdana BoP, Trump Janjikan Masa Depan Cerah untuk Gaza-Timur Tengah
• 18 jam laludetik.com
thumb
Sebut Istana Otak Revisi UU KPK, Anggota Komisi III DPR: Pak Jokowi, Jujurlah!
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Rekayasa Lalin Mudik di Pelabuhan Merak Mulai Disiapkan, Berlaku 14 Maret
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.