Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur berusaha meningkatkan literasi masyarakat selama bulan suci Ramadan, melalui pameran naskah kuno di Masjid Al-Akbar Surabaya.
“Harapannya tentu masyarakat tertarik untuk melihat pameran ini. Karena berdasarkan pengalaman-pengalaman yang lalu itu masyarakat sangat antusias seperti itu. Di sini ini juga ada naskah kuno. Naskah kuno itu juga ada yang ada di kita, ada juga yang pondok-pondok pesantren yang kita digitalisasi seperti itu,” ungkap Tiat S. Suwardi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur di Masjid Al-Akbar Surabaya, Kamis (19/2/2026).
Total ada 20-30 naskah yang dipamerkan.
Arsip naskah kuno yang dipajang adalah naskah-naskah dari Tegalsari, naskah dari Pondok Bungkuk Singosari, dan naskah-naskah dari Syaikhona Kholil.
Salah satu poster yang dipamerkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/2/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.netAda juga arsip foto Masjid Rahmat Kembang Kuning tahun 1952, foto arsip suasana Ampel tahun 1950-an, juga foto pembagian zakat oleh warga Tionghoa pada tahun 1950-an yang mengangkat nilai-nilai toleransi.
Membaca buku, khususnya naskah kuno bisa membuka jendela pengetahuan. Di mana pembacanya bisa mengetahui sejarah lewat naskah tersebut.
Untuk menarik minat pengunjung, pameran di buat lebih estetik. Jadi tidak hanya untuk membaca tapi juga bisa jadi spot foto pengunjung.
Selain membaca dan melihat foto yang ada di pameran tersebut. Berbagai naskah kuno dan arsip lainnya juga bisa diakses pada barcode yang disediakan di pameran tersebut.
“Menjadi penting karena melestarikan ya. Yang kedua terutama sekali nilai-nilai kebaikan yang dimiliki oleh para pendahulu kita itu yang harus kita sebarkan. Di tengah gempuran berbagai informasi, kita di sini mencoba bersama-sama. Ini loh nilai-nilai kebaikan para pendahulu kita yang sangat bagus untuk kita lestarikan dan mungkin kita jalani kembali,” ungkapnya.(lea/ipg)




