JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggencarkan intervensi stabilisasi harga daging ayam ras dan telur ayam ras sepanjang Ramadan 2026.
Bapanas berkolaborasi dengan pelaku usaha menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam beku dengan harga Rp40.000 per kilogram, sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Perusahaan yang terlibat antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
CPI menggelar GPM di 1.200 outlet di seluruh Indonesia, sementara Japfa menyiapkan 500 outlet jaringan penjualan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan, harga ayam di sejumlah wilayah seperti Jakarta dan Tangerang relatif masih terkendali.
Baca Juga: Kemenag Mulai Distribusikan 100 Ton Kurma Bantuan dari Arab Saudi, Terbitkan Surat Edaran
“Harga Rp40.000 paling tinggi. Ini inisiatif positif bersama CPI dan Japfa menggelar GPM daging ayam ras agar masyarakat bisa membeli sesuai HAP,” kata Maino dalam keterangan resminya, Kamis (19/2/2026).
Maino menjelaskan, berdasarkan data BPS, rerata harga daging ayam ras secara nasional mencapai Rp40.471 per kg, sedikit di atas HAP maksimal Rp40.000 per kg.
Dari 155 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sebanyak 53 daerah tercatat melampaui HAP.
Sementara itu, rerata harga telur ayam ras secara nasional berada di Rp31.757 per kg, di atas HAP maksimal Rp30.000 per kg.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber :
- harga ayam
- harga acuan penjualan
- harga telur
- gerakan pangan murah
- bapanas
- harga jagung pakan





