MANAJER Liverpool, Arne Slot, memberikan pernyataan tegas terkait isu rasisme yang kembali mengguncang sepak bola Eropa. Seruan ini muncul menyusul insiden yang menimpa penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica, Rabu (18/2) lalu.
Vinicius mengaku menjadi sasaran pelecehan rasial oleh pemain Benfica asal Argentina, Gianluca Prestianni.
Akibat insiden tersebut, pertandingan sempat dihentikan selama 11 menit sesuai dengan protokol antirasisme FIFA. Menanggapi hal ini, Slot menilai dunia sepak bola tidak boleh tinggal diam dan harus mengambil langkah lebih nyata.
Baca juga : Arne Slot: Dominik Szoboszlai Kini Sejajar dengan Pemain Elite Dunia
“Secara umum, Anda tidak pernah bisa melakukan cukup banyak. Selalu ada yang bisa dilakukan lebih untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Slot dalam konferensi pers menjelang laga tandang melawan Nottingham Forest, Kamis (19/2).
Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
“Kita sebagai komunitas sepak bola harus berusaha melakukan lebih dari yang dilakukan masyarakat secara umum. Protokol sudah dijalankan dalam pertandingan itu, dan itu adalah langkah pertama,” tambahnya.
Meski pihak Benfica, termasuk pelatih Jose Mourinho dan Prestianni sendiri, telah membantah tuduhan tersebut, UEFA saat ini tengah melakukan peninjauan mendalam.
Slot pun berharap para pemainnya memiliki keberanian yang sama untuk melapor jika menghadapi situasi serupa di lapangan. (Ant/Z-1)





