DPR Soroti Impor Pikap India oleh Agrinas untuk Kopdes Merah Putih

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyoroti pengadaan kendaraan niaga (pikap) senilai Rp24,66 triliun dari produsen otomotif asal India yang diamankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Menurutnya, pengadaan tersebut bisa berdampak pada industri otomotif nasional, selain mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional," kata Evita di Jakarta, Jumat (20/2/2026) dilansir dari Antara.

Dia pun mendukung pernyataan Kementerian Perindustrian soal industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi kendaraan pikap hingga sekitar satu juta unit per tahun.

Kapasitas tersebut, sambungnya, menunjukkan bahwa industri dalam negeri sebetulnya mampu memenuhi kebutuhan kendaraan niaga, khususnya tipe penggerak dua roda (4x2).

Lebih lanjut, Evita mengingatkan bahwa kewajiban penggunaan produk dalam negeri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 serta Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025.

Baca Juga

  • Impor Pikap India dan Truk China, Soemitronomic Ditelikung?
  • Ironi BUMN Agrinas Impor 105.000 Pikap saat Penjualan Otomotif Loyo
  • Tak Hanya Mahindra, Agrinas Juga Impor 70.000 Pikap Tata Motors dari India

Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa kementerian/lembaga wajib mengutamakan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 25 persen atau kombinasi TKDN dan bobot manfaat perusahaan minimal 40 persen.

Dia mengingatkan bahwa impor hanya dapat dilakukan apabila produk dalam negeri tidak tersedia atau volumenya tidak mencukupi.

"Karena itu, argumentasi ketidaktersediaan harus dijelaskan secara objektif. Jangan sampai spesifikasi teknis justru membuat produk dalam negeri dianggap tidak tersedia," kata dia.

Dia menegaskan bahwa penguatan industri dalam negeri merupakan bagian dari strategi industrialisasi nasional yang konsisten disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

“Pengadaan sebesar ini harus menjadi momentum untuk memperkuat manufaktur nasional dan mendorong substitusi impor," katanya.

Menurut dia, pengadaan pemerintah harus menjadi instrumen untuk memperkuat industri dalam negeri. Terlebih lagi kapasitas produksi nasional sangat memadai.

Diberitakan sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil pikap asal India di tengah lesunya industri otomotif nasional sepanjang 2025. Jumlah tersebut nyaris setara total penjualan pikap domestik tahun lalu yang hanya sekitar 107.008 unit (wholesales).

Dari total impor itu, 35.000 unit Scorpio Pick Up dipasok oleh Mahindra & Mahindra. CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyebut pesanan tersebut sebagai capaian bersejarah.

“Kami menantikan kerja sama ini dan mendukung Koperasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dia bahkan menegaskan volume tersebut menjadi ekspor terbesar sepanjang sejarah perseroan dan melampaui total capaian ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025.

Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors, yang terdiri atas 35.000 unit Tata Yodha Pick Up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.

Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia Asif Shamim menilai pesanan tersebut mencerminkan penerimaan kendaraan komersial India yang kian kuat.

“Penggunaannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional,” ujarnya.

Impor itu ditujukan untuk mendukung operasional KDKMP, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan penguatan logistik desa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan ISF di Gaza, Siap Kirim 8.000 Personel
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Alex Marquez Blak-blakan Jelang MotoGP 2026: Tak Banyak yang Tahu Cara Kalahkan Marc!
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Mourinho Larang Pemain Benfica Bahas Real Madrid usai Tuduhan Rasisme ke Vinicius
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Daging Sapi hingga Cabai Rawit Naik Drastis, Pedagang Keluhkan Penjualan Turun | SAPA SIANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Bima Arya Dorong Tata Kelola MBG Terukur, Terkoordinasi & Terintegrasi
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.