WASHINGTON DC, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang memberikan tarif nol persen bagi 1.819 produk Indonesia ke pasar AS.
Kesepakatan tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers daring dari Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).
Perjanjian ini merupakan hasil negosiasi panjang yang berlangsung sejak April 2025 melalui tujuh putaran perundingan dan lebih dari sembilan pertemuan teknis dengan United States Trade Representative (USTR).
Menurut Airlangga, perjanjian ini mencakup 1.819 pos tarif produk Indonesia dari berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian hingga industri manufaktur berteknologi tinggi.
Baca Juga: Prabowo Kantongi Komitmen Investasi 38,4 Miliar Dolar AS dari Forum Bisnis RI-AS
“Sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia, termasuk minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, hingga semikonduktor, dikenakan tarif nol persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers lewat zoom.
Khusus untuk sektor tekstil dan pakaian jadi, Amerika Serikat memberikan fasilitas tarif nol persen melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
Skema ini memungkinkan produk masuk tanpa tarif hingga batas kuota tertentu, sebelum dikenakan tarif normal apabila melampaui kuota.
Airlangga menyebut kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi sekitar 4 juta pekerja di sektor tekstil dan hingga 20 juta orang dalam rantai pasok industri tersebut.
Baca Juga: Seskab Sebut Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Bukti Nyata Dukung Perdamaian di Gaza
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- prabowo subianto
- donald trump
- perjanjian dagang indonesia amerika
- agreement on resiprokal trade
- tarif impor
- tarif resiprokal





