Pedagang nasi di Banjarmasin raup Rp1 juta per hari setelah ikut BMD

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Program Baznas Microfinance Desa (BMD) berhasil memberdayakan Rabiyatul Adawiyah, pedagang nasi kuning dan lontong di Banjarmasin yang kini mampu meraup omzet Rp1 juta per hari.

Rabiyatul melalui keterangan di Jakarta, Jumat, mengaku dirinya merasakan langsung dampak positif program tersebut terhadap usahanya. Ia bersyukur atas bantuan pembiayaan yang diterima sehingga usahanya kini semakin berkembang.

"Dulu sebelum dibantu Baznas omzet harian cuman Rp800 ribu, kini alhamdulillah omzet meningkat menjadi Rp1 juta per hari seiring dengan perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi," katanya.

Rabiyatul mengatakan program pembiayaan dari Baznas sangat membantu pedagang kecil, seperti dirinya karena tidak memberatkan. Skema tanpa bunga membuat pelaku usaha tetap bisa berkembang tanpa tekanan biaya tambahan.

Ia berharap program serupa terus berlanjut agar semakin banyak pedagang kecil yang terbantu.

"Program Baznas ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak, dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah," ucap Rabiyatul Adawiyah.

Menanggapi capaian tersebut, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas perkembangan usaha mustahik binaan Baznas.

Ia menilai keberhasilan ini merupakan bukti bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan Baznas secara tepat sasaran mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi mustahik.

"Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan zakat yang dikelola secara produktif dapat mendorong kemandirian ekonomi. Baznas ingin memastikan para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan," ujar Saidah.

Saidah menjelaskan Program BMD tidak hanya memberikan pembiayaan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif agar usaha para mustahik dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia menyebut salah satu keunggulan program ini adalah skema pembiayaan tanpa bunga sehingga tidak memberatkan pelaku usaha kecil.

Ke depan, Saidah menegaskan komitmen Baznas untuk terus memperluas jangkauan Program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan usahanya hingga bertransformasi menjadi muzaki.

"Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika itu terwujud, bukan tidak mungkin Baznas dapat berkontribusi lebih besar dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," ucap Saidah Sakwan.

Baca juga: Baznas salurkan bantuan kepada keluarga prasejahtera jelang Ramadhan

Baca juga: Baznas RI perkuat ekonomi mustahik lewat ZCorner di Unwahas Semarang

Baca juga: Baznas siapkan 29 program unggulan selama Ramadhan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Daan Mogot Terendam Banjir 30 Cm akibat Hujan Deras
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Bicara Rencana BoP, Prabowo Pastikan Masa Depan Gaza Akan Lebih Baik
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Transjabodetabek Cawang-Cikarang Resmi Beroperasi, Ini Rute dan Jadwalnya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mudik Lebaran 2026, Pemda DIY dan Kemenhub Pastikan Mudik Lebih Lancar
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Bareskrim Geledah Toko Emas di Surabaya dan Nganjuk Terkait TPPU Rp25,8 Triliun
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.