Warga Resah Gubuk Karaoke Liar Berdiri di Pinggir Tol JORR W2 Meruya Jakbar

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pihak Kelurahan Meruya Selatan melakukan koordinasi dengan pihak Tol Jakarta Outer Ring Road (Tol Lingkar Luar Jakarta Barat/JORR W2) terkait dugaan keberadaan gubuk-gubuk karaoke liar di Jalan H Lebar, Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Menurut Lurah Meruya Selatan, M Maizar, lahan tempat gubuk atau lapak-lapak semi permanen di kawasan tersebut berdiri pada area bukan milik pemerintah.

"Sementara asetnya masih aset mereka, makanya kemarin saya minta bersurat sama dia, sama mereka. Ya kan? Bersurat itu gimana secara pengelolaannya kan gitu. Asetnya sudah diserahkan ke kita atau belum, kan gitu," jelas Maizar dalam keterangannya di situs Pemkot Jakarta Barat, Jumat (20/2).

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah meninjau langsung aktivitas karaoke di gubuk-gubuk yang dikeluhkan warga sekitar. Namun sejauh ini, belum ada temuan indikasi adanya aktivitas menyimpang, seperti prostitusi di lokasi tersebut.

"Dan memang sudah ditegur juga gitu. Kalau terkait esek-esek kami enggak tahu. Kalau kami kan tidak menemukan bukti itu (adanya prostitusi), cuma memang dia bukanya sampai malam," katanya.

Maizar menjelaskan, koordinasi diperlukan agar penindakan yang dilakukan bisa maksimal. Mengingat lokasi itu bukan aset atau milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Kami sudah imbau supaya tidak ada lagi aktivitas seperti itu," imbuhnya.

Warga sekitar sempat memprotes keberadaan gubuk karaoke liar yang diduga menjadi tempat prostitusi ilegal di sepanjang Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Kembangan.

Protes disampaikan dengan spanduk berisi keresahan hingga penolakan warga terhadap lapak-lapak liar di pinggir Tol Lingkar Luar Jakarta Barat 2 tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Chandra (30), menuturkan lapak-lapak semi permanen itu memang menjadi tempat hiburan layaknya hiburan malam.

"Kadang-kadang ada biduannya dua orang ada di warung itu, mereka pada karaoke, pada nyanyi," ungkapnya.

Chandra juga mengaku sangat terganggu dengan aktivitas tersebut.

"Kadang sampai jam 2 pagi masih kedengaran suara dangdut. Soalnya itu dekat sama permukiman warga, jadi ganggu banget lah," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Desak Pemerintah Selesaikan Perbaikan Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Sebelum Lebaran
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Trump Puji Ketegasan Prabowo di Forum Board of Peace: Saya Tak Ingin Melawannya!
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Jalur Poris Normal Kembali, KRL Bandara Soetta Beroperasi Dua Arah
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Misteri ASASSN-24fw: Bintang Raksasa yang Meredup 97 Persen akibat Objek Misterius
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Komitmen Pembangunan Berkelanjutan Didukung lewat Berbagai Program
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.