EtIndonesia. Memberi ruang bagi orang lain, sering kali berarti memberi jalan hidup dan harapan bagi diri sendiri.
Di pedesaan Israel, setiap kali musim panen tiba, ladang yang berada di tepi jalan selalu menyisakan sebagian tanaman di keempat sudutnya untuk tidak dipanen.
Tanaman di keempat sudut itu dapat diambil oleh siapa saja yang membutuhkan.
Mereka percaya bahwa Tuhanlah yang telah menganugerahkan kehidupan yang lebih baik kepada bangsa Yahudi yang dahulu penuh penderitaan. Sebagai ungkapan rasa syukur, mereka memilih meninggalkan sebagian hasil panen di sudut ladang sebagai balasan atas anugerah yang mereka terima hari ini.
Dengan cara ini, mereka tidak hanya bersyukur kepada Tuhan, tetapi juga memberi kemudahan bagi para pelintas jalan yang miskin dan kelaparan.
Tanaman itu memang mereka tanam sendiri, tetapi menyisakan sedikit untuk orang lain mereka anggap sebagai hal yang wajar. Bagi mereka, berbagi adalah bentuk rasa syukur, dan berbagi adalah sebuah kebajikan.
Kesemek yang Dibiarkan di Pohon
Hal serupa juga dapat ditemui di pedesaan Korea bagian utara, di sepanjang jalan desa yang dipenuhi kebun kesemek.
Saat musim gugur tiba, para petani tampak sibuk memetik kesemek yang matang. Namun setelah panen selesai, masih ada sejumlah kesemek matang yang sengaja dibiarkan menggantung di pohon.
Kesemek-kesemek yang tersisa ini menjadi pemandangan khas. Banyak wisatawan yang lewat sering berkata: “Kesemeknya besar dan merah sekali, bukankah sayang kalau tidak dipetik?”
Namun para petani setempat menjawab : “Sebagus apa pun buahnya, kami tetap tidak akan memetiknya, karena itu disisakan untuk burung murai.”
Mengapa kebiasaan ini terbentuk?
Ternyata daerah ini merupakan habitat burung murai. Setiap musim dingin, burung-burung itu bersarang di pepohonan dan bertahan hidup di sana.
Suatu tahun, musim dingin datang dengan sangat ekstrem. Salju turun lebat, dan ratusan burung murai yang kehabisan makanan mati membeku dalam satu malam.
Pelajaran dari Alam
Musim semi berikutnya, pohon kesemek kembali bertunas, menghijau, berbunga, dan berbuah.
Namun tiba-tiba, hama ulat yang tidak dikenal berkembang tanpa kendali. Akibatnya, hasil panen kesemek tahun itu hampir gagal total.
Sejak kejadian itu, setiap musim panen tiba, orang-orang dengan sengaja menyisakan sebagian kesemek di pohon sebagai makanan burung murai selama musim dingin.
Kesemek yang tertinggal menarik banyak burung murai untuk tinggal di sana sepanjang musim dingin. Dan seolah tahu berterima kasih, burung-burung itu tidak pergi saat musim semi datang, melainkan sibuk menangkap serangga di pohon, sehingga panen kesemek pun kembali melimpah.
Di musim panen, jangan lupa menyisakan beberapa buah kesemek di pohon. Karena sering kali, memberi ruang bagi makhluk lain berarti memberi kehidupan dan harapan bagi diri sendiri.
Di alam, segala sesuatu saling bergantung—satu makhluk makmur, yang lain ikut makmur; satu rusak, yang lain pun terdampak.
Memberi adalah sebuah kebahagiaan. Karena memberi bukan berarti kehilangan sepenuhnya, melainkan sebuah perolehan yang mulia.
Memberi adalah kebahagiaan, karena memberi membuat jiwa menjadi indah.
Menyisakan beberapa buah kesemek di pohon— itulah salah satu pemandangan terindah dalam kehidupan manusia.
Renungan & Hikmah Cerita
Ciptaan alam semesta adalah sesuatu yang luar biasa, dan kehidupan pun berkembang dengan cara yang sangat unik.
Hewan buas karena sedikit musuh alami, melahirkan anak satu per satu. Sementara serangga, yang memiliki banyak pemangsa dan menjadi sumber makanan bagi banyak makhluk, berkembang biak dalam jumlah besar.
Dengan cara inilah alam menjaga keseimbangan, melalui rantai makanan dan hubungan saling mengendalikan, agar kehidupan di bumi dapat terus berlanjut.
Manusia, yang berada di puncak rantai makanan dan hampir tidak memiliki musuh alami, terus bertambah jumlahnya. Jika manusia tidak mampu mengendalikan keserakahan dan merusak keseimbangan ekosistem, maka pada akhirnya manusia pun akan membawa kehancurannya sendiri.
Menyisakan beberapa buah kesemek di pohon adalah sebuah sedekah dan wujud welas asih— kesediaan untuk menyisakan sedikit makanan bagi makhluk lain, agar kehidupan dapat terus berlanjut dengan layak.(jhn/yn)





