Umat Islam melaksanakan salat Jumat pertama di bulan Ramadan 1447 H di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (20/2). Terbatasnya ruangan masjid yang berada di lokasi pasar tersebut menyebabkan pedagang dan pengunjung terpaksa mengikuti salat Jumat di lorong kios dan lapak pedagang.
Fenomena ini menjadi pemandangan rutin di pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara tersebut, terutama saat memasuki bulan suci Ramadhan, di mana antusiasme ibadah masyarakat meningkat tajam.
Meskipun pengelola gedung telah menyediakan masjid-masjid besar di area rooftop, kapasitas yang tersedia tetap tidak mampu menampung ribuan jemaah yang terdiri dari pedagang, pembeli, hingga petugas keamanan.
Sejak pukul 11.30 WIB, para jemaah mulai menggelar sajadah di depan kios-kios pakaian dan lorong-lorong sempit. Aktivitas transaksi jual-beli sempat terhenti sejenak demi menghormati waktu ibadah, menciptakan suasana syahdu di tengah pusat ekonomi yang biasanya bising.
Keterbatasan ruang tidak menyurutkan niat para jemaah. Dengan suhu udara Jakarta yang cukup terik, para pedagang tetap khusyuk mendengarkan khutbah meski hanya beralaskan koran atau sajadah tipis di atas lantai lorong pasar.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan mencari nafkah, kewajiban spiritual tetap menjadi prioritas utama bagi para pelaku ekonomi di Tanah Abang.





