Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah mengumumkan rencana peletakan batu pertama atau groundbreaking dari rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta, Kabupaten Bekasi. Nantinya, groundbreaking akan dilakukan pada 8 Maret 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait telah melakukan pertemuan bersama Lippo Group terkait rencana groundbreaking tersebut.
“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” kata sosok yang akrab disapa Ara itu dalam keterangan tertulis Jumat (20/2).
Rusun subsidi di Meikarta ini merupakan bagian dari penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendukung target program 3 Juta Rumah. Ara menjelaskan, Kementerian PKP akan melakukan survei terkait kebutuhan dan preferensi konsumen rusun subsidi.
“Kita ingin memahami bagaimana kemauan konsumen. Karena itu, akan dilakukan survei dengan metodologi yang tepat dan sampling yang benar agar produk rusun subsidi ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan rusun subsidi di Meikarta nantinya juga disertai kesiapan infrastruktur pendukung di sekitar hunian. Mulai dari rumah sakit, sekolah, sampai pasar.
“Kami juga akan melakukan survei terhadap ekosistem sekitar, seperti ketersediaan sekolah, rumah sakit, pasar, tempat kerja, hingga akses transportasi. Rusun subsidi ini tidak hanya bangunan, tetapi harus didukung lingkungan yang layak dan produktif bagi penghuninya,” kata Ara.
Dengan begitu, nantinya rusun subsidi di Meikarta dapat menjadi model penyediaan hunian vertikal terjangkau yang terintegrasi dengan fasilitas sosial, fasilitas umum, dan akses ekonomi bagi MBR.
Berdasarkan data BP Tapera, dalam lima tahun terakhir pembiayaan rusun subsidi hanya mencapai 140 unit. Angka tersebut menurut Ara masih sangat kecil. Untuk itu, rusun subsidi di Meikarta ditarget bisa memiliki kapasitas hingga 141.000 unit.
“Dengan arahan Presiden Prabowo, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” ujarnya.
Sebelumnya, Ara menjelaskan rusun subsidi di Meikarta akan dibangun di atas lahan 30 hektare yang merupakan tanah hibah. Ara sudah mengecek bakal lokasi rusun subsidi tersebut. Menurut dia, tempatnya cukup strategis dan bisa menempuh berbagai fasilitas dalam waktu 10 menit. Targetnya rampung di tahun 2028.
Dari lahan seluas 30 hektare itu, akan dibagi tiga bagian yang berbeda masing-masing 10 hektare. Nantinya, pada setiap lahan akan dibangun 18 tower rusun dengan 30 lantai.





