Jumlah Korban Tewas Gaza Tembus 75.000, Studi The Lancet Ungkap Fakta Baru

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gaza: Sebuah studi terbaru yang diterbitkan jurnal medis The Lancet Global Health mengungkap jumlah korban tewas di Gaza selama 15 bulan pertama operasi militer Israel mencapai lebih dari 75.000 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan laporan resmi otoritas kesehatan Gaza yang sebelumnya mencatat sekitar 49.000 kematian.

Penelitian independen berbasis survei populasi pertama di Gaza itu menemukan 56,2 persen korban tewas akibat kekerasan merupakan perempuan, anak-anak, dan lansia. Temuan ini dinilai sejalan dengan pola korban yang selama ini dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza.

Studi tersebut dilakukan terhadap sekitar 2.000 rumah tangga di berbagai wilayah Gaza sejak 30 Desember 2024. Penelitian dipimpin oleh Royal Holloway, University of London, bekerja sama dengan Palestinian Center for Policy and Survey Research, menggunakan wawancara langsung untuk mendokumentasikan anggota keluarga yang meninggal.

“Bukti gabungan menunjukkan bahwa hingga 5 Januari 2025, sekitar 3 hingga 4 persen populasi Gaza telah tewas akibat kekerasan, di luar jumlah signifikan kematian tidak langsung yang disebabkan oleh konflik,” tulis para peneliti, seperti dikutip AsiaOne, Jumat, 20 Februari 2026.

Selain sekitar 75.200 kematian akibat kekerasan langsung, studi tersebut juga memperkirakan sekitar 16.300 kematian tidak langsung dalam periode yang sama. Kematian ini disebabkan oleh penyakit, kondisi medis kronis yang tidak tertangani, serta dampak runtuhnya sistem layanan kesehatan akibat perang.

Israel selama ini mempertanyakan keakuratan data korban dari Kementerian Kesehatan Gaza karena lembaga tersebut berada di bawah pemerintahan Hamas. Namun, para peneliti menyatakan hasil analisis mereka justru menunjukkan angka resmi kemungkinan lebih rendah dari jumlah sebenarnya, mengingat sulitnya pendataan di tengah konflik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya juga menyatakan data kementerian tersebut secara umum dapat dipercaya. Ribuan korban diperkirakan masih belum terdata karena tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur.

Konflik Gaza saat ini dipicu oleh serangan militan pimpinan Hamas ke wilayah selatan Israel pada Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 orang disandera, yang kemudian memicu operasi militer besar-besaran Israel di wilayah tersebut. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  PBB Sebut Serangan Israel Ancam Gencatan Senjata Gaza dan Solusi Dua Negara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS soal BoP: Krisis Gaza tak bisa diselesaikan lembaga global yang ada
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Jakarta Diguyur Hujan, Warga Bisa “Cek Situasi Dulu Baru Jalan”: Ini Cara Pantau Banjir Real-Time dari Genggaman
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Hankook Tumbuh 130 Persen, Perkuat Distributor untuk Garap EV dan SUV di 2026
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
AKBP Didik Putra Dipecat, Polri Periksa 18 Saksi Termasuk Polwan Cantik
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Commuter Line Tujuan Bandara Soetta Anjlok Usai Tabrak Truk di Rawa Buaya, Penumpang Dievakuasi
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.