Kementerian Perindustrian Dorong Produksi Pick-up Nasional

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri otomotif nasional, khususnya pada segmen kendaraan komersial pick-up. Bahkan industri otomotif nasional lebih dari mampu dalam memenuhi kebutuhan kendaraan niaga untuk Proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
 
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pemenuhan kebutuhan kendaraan pick-up melalui produksi dalam negeri akan memberikan dampak ekonomi signifikan.
 
Ia menyampaikan apabila pengadaan kendaraan pick-up (4x2) sebanyak 70.000 unit dipenuhi oleh produk lokal, maka potensi dampak ekonomi (backward linkage) yang dihasilkan mencapai kurang lebih Rp27 triliun.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” ujar Agus dalam keterangannya. Baca Juga:
Mitsubishi Fuso Kuasai 39,9% Pangsa Pasar Segmen Kendaraan Niaga
Menurut Agus, produksi kendaraan pick-up dalam negeri memiliki efek berganda terhadap subsektor industri lain, seperti industri ban, kaca, baterai basah (accu), logam, kulit, plastik, kabel, hingga elektronik. Dengan demikian, peningkatan produksi pick-up lokal tidak hanya memperkuat industri otomotif, tetapi juga memperluas penyerapan tenaga kerja di berbagai rantai pasok.
 
Saat ini sejumlah produsen telah memproduksi kendaraan pick-up di Indonesia, antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile.
 
“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pick-up nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” tegas Menperin.
 
Agus juga menyampaikan bahwa kualitas kendaraan pick-up (4x2) produksi dalam negeri dinilai kompetitif dibandingkan produk impor. Kendaraan tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan operasional di berbagai kondisi infrastruktur jalan di Indonesia, serta telah diterima dengan baik oleh pelaku usaha karena performanya yang andal.
 
Namun, pemerintah mengakui bahwa Indonesia belum memproduksi kendaraan pick-up dengan spesifikasi penggerak empat roda (4x4) untuk kebutuhan medan sangat berat seperti tambang dan perkebunan. Baca Juga:
Mobil Seken Suzuki Fronx Masih Kinclong, Harga Relatif Tinggi
Agus menilai dari sisi efisiensi ekonomi, biaya perawatan kendaraan pick-up (4x4) relatif lebih mahal, dengan ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual yang terbatas, serta harga jual kembali yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pick-up (4x2) produksi nasional.
 
Agus menegaskan pengembangan industri kendaraan niaga merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kemandirian industri dan memperkuat struktur manufaktur nasional.
 
Langkah strategis yang ditempuh meliputi peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, penguatan rantai pasok, pengembangan industri komponen, hingga peningkatan investasi dan penguasaan teknologi manufaktur.
 
“Kami terus mengajak pelaku industri otomotif agar menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja di tengah tantangan industri yang ada,” tegasnya.
 
Agus menambahkan, penguatan industri otomotif nasional sejalan dengan arah kebijakan industrialisasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya industri dalam negeri sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional. Baca Juga:
Tertangkap Kamera, Honda HR-V Bakal Usung Platform EV?
“Kemenperin berkomitmen untuk terus memperkuat industri otomotif nasional agar semakin inovatif, berdaya saing, serta mampu menjadi pilar utama dalam penguatan struktur industri dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Agus.
 
Diketahui Agrinas Pangan Nusantara, sebagai BUMN yang berfokus pada penguatan rantai pasok pangan nasional, memesan 105.000 unit kendaraan niaga dari dua produsen otomotif asal India yakni Mahindra & Mahindra Ltd dan Tata Motors Limited. Keduanya bakal menghadirkan kendaraan-kendaraan tersebut dari India, mengingat kedua merek ini tidak memiliki pabrik di Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pulang Liburan Disambut "Hutan Palsu" di Bandara, Kok Rasanya Sedih Ya?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Wall Street Turun di Tengah Ketegangan Amerika Serikat–Iran
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pengusaha RI-AS Teken Belasan Kerja Sama Disaksikan Prabowo, Ini Daftarnya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Agensi Umumkan Jang Yeo Jun Akan Absen Sementara dari Aktivitas CLOSE YOUR EYES
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Intip Tiga Strategi BCA (BBCA) Hadapi Ancaman Kejahatan Siber
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.