Sebanyak 63,96 persen atau 284 pembaca menyatakan bahwa mereka menyimpan telur di kulkas. Angka tersebut diperoleh dari polling kumparan pada 5 hingga 19 Februari 2026.
Total ada sebanyak 444 pembaca yang mengikuti polling ini. Sedangkan, 36,04 persen atau 160 pembaca menyimpan telur mereka di ruangan terbuka.
Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS., telur memang sebaiknya disimpan di kulkas.
Prof. Niken mengatakan suhu penyimpanan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas telur, terutama kualitas bagian dalamnya. Telur yang dibiarkan di suhu ruang akan lebih cepat mengalami penurunan mutu karena proses penguapan karbon dioksida (CO₂) dan air dari dalam telur berlangsung lebih cepat.
"Kalau di luar itu peluang terjadinya penguapan CO₂ dan air lebih besar. Akibatnya, kualitas dalam telur cepat turun," jelas Prof. Niken kepada kumparan, Kamis (29/1).
Saat di dalam kulkas kualitas telur akan tetap terjaga sampai dua minggu ke depan. Sedangkan, jika telur disimpan di luar ruangan mutu telur akan anjlok dalam satu minggu.
Soal teknis penyimpanan, Prof. Niken menyarankan telur disimpan di suhu kulkas, idealnya di kisaran 4 hingga 14 derajat Celsius. Telur boleh diletakkan di rak khusus telur atau wadah tertutup seperti kotak plastik, terutama jika jumlahnya banyak dan tidak muat di rak bawaan kulkas.





