Fatima Al-Fihri, Perempuan Muslim yang Dirikan Universitas Tertua di Dunia

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kontribusi perempuan untuk dunia, termasuk dalam aspek pendidikan, sudah tercatat sejak seribu tahun lebih. Bahkan, pendiri universitas tertua di dunia diyakini adalah seorang perempuan Muslim bernama Fatima Al-Fihri.

Fatima, perempuan yang hidup di abad ke-9 Masehi, merupakan pendiri University of Al-Qarawiyyin di Kota Fez, Maroko. Diperkirakan didirikan pada tahun 859 Masehi, status universitas ini sebagai institusi pendidikan tinggi tertua di dunia telah diakui oleh UNESCO dan Guinness of World Records. University of Al-Qarawiyyin juga masih beroperasi hingga saat ini.

Mengutip Manchester University Press, Fatima lahir dan tumbuh besar di Qayrawan, Tunisia. Artikel ilmiah yang diterbitkan di MAS Journal of Applied Sciences pada 2021 mengungkap, Fatima adalah anak dari pedagang bangsa Arab yang kaya raya. Fatima diyakini sebagai perempuan yang berpendidikan.

Di awal abad ke-9, Fatima bersama saudari perempuan dan ayahnya pindah ke Maroko. Mereka bermigrasi bersamaan dengan periode ketika bangsa Arab melarikan diri dari area Cordoba dan Spanyol Selatan akibat diusir dari wilayah mereka.

Dikutip dari Deutsche-Welle, saat ayahnya meninggal dunia, Fatima menerima warisan dalam jumlah yang besar. Di saat yang bersamaan, Fez semakin ramai dengan imigran, termasuk para pemeluk agama Islam.

Sebagai seorang Muslim yang taat, Fatima melihat adanya kebutuhan bagi umat Islam di Fez untuk memiliki masjid dan institusi pendidikan. Terlebih, jumlah pemeluk agama Islam di Fez juga terus meningkat.

Menggunakan uang yang diwarisi dari mendiang ayahnya, Fatima membeli tanah dari suku Hawaara dan mendirikan Masjid Al-Qarawiyyin. Masjid tersebut, yang juga berfungsi sebagai institusi pendidikan, diyakini didirikan di permulaan bulan Ramadan pada 859 Masehi.

Awalnya, ilmu teologi atau ilmu agama Islam menjadi jantung pendidikan di institusi tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai ilmu pengetahuan mulai diajarkan, seperti astronomi, kedokteran, bahasa, tata bahasa, matematika, sampai ilmu sufisme.

Memasuki abad ke-10, University of Al-Qarawiyyin semakin populer dan menjadi institusi tujuan para akademisi dari berbagai negara. Menurut Manchester University Press, Kepala Gereja Katolik abad ke-10, Paus Silvester II, diduga pernah menimba ilmu di Al-Qarawiyyin.

Akademisi Muslim ternama dunia, seperti sejarawan Ibnu Khaldun, filsuf dan dokter Abu Walid bin Rushd, dan dokter Musa bin Maimonou juga merupakan lulusan universitas ini.

Tak diketahui dengan pasti kehidupan Fatima Al-Fihri setelahnya. Namun, dia diyakini juga menimba ilmu di universitas yang didirikannya. Diploma asli Fatima, yang tertulis di atas papan kayu, dipajang di perpustakaan University of Al-Qarawiyyin. Fatima diyakini wafat pada tahun 878 Masehi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden FIFA Klaim Tiket Piala Dunia 2026 Ludes Terjual
• 11 jam lalucelebesmedia.id
thumb
RI-AS Sepakati 1.819 Pos Tarif Nol Persen, Airlangga: Manfaat untuk 20 Juta Rakyat
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kembali "Nge-War Takjil" di Benhil
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Teks Khutbah Jumat 20 Februari 2026: Awal Ramadhan, Momentum Ampunan dan Pintu Rahmat Dibuka Lebar
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Membara Lagi Karena Iran, Tapi Alarm Bahaya Menanti
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.