TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 12, Hari Ini Jumat 20 FEBRUARI 2026: Rencana Keji Darto dan Elva: Jebak Khansa Demi Hancurkan Fathan
Funny mengamuk setelah sang ayah menolak menjadi wali dalam pernikahannya dengan Emran. Penolakan tersebut memicu ketegangan baru dan mendorong Rara menyusun strategi segar untuk segera menyingkirkan Khansa dari lingkaran konflik.
Di sisi lain, Darto dan Elva merancang rencana yang lebih ekstrem. Keduanya berniat menjebak Khansa agar hamil anak Emran, dengan tujuan membuat Fathan merasa jijik dan meninggalkannya untuk selamanya. Intrik demi intrik pun kian menguat menjelang babak baru perseteruan keluarga tersebut.
Menjelang subuh, naluri keibuan Hutami yang diam-diam larut dalam kenangan masa lalu—saat mengandung anak pertamanya, Khansa—membawanya pada penemuan mengejutkan. Ia mendapati Khansa hampir pingsan kedinginan di depan gerbang rumah. Hutami segera memapahnya masuk. Namun di hadapan Emran dan Yuda, ia menutupi rasa iba dengan alasan menghindari jeratan hukum polisi.
Sikap Emran mendadak berubah drastis. Ia tampil lembut, membelikan gaun muslimah mewah, dan mengajak Khansa makan siang dengan dalih menebus kesalahan. Yuda turut memainkan peran, berpura-pura memarahi Emran demi meyakinkan Khansa. Meski Fathan telah memperingatkan melalui telepon bahwa semua itu adalah jebakan berbahaya, Khansa tetap memenuhi ajakan tersebut, berharap memberi kesempatan pada suaminya. Tanpa sepengetahuan mereka, Fathan diam-diam membuntuti mobil Emran menggunakan ojek.
Rencana awal Emran untuk mempermalukan Khansa dengan menaburkan bubuk gatal berubah seketika ketika ia menyadari Fathan mengikuti mereka. Mengubah strategi, Emran justru bersandiwara menjadi suami romantis dan bahkan mentraktir seluruh pengunjung restoran. Saat Fathan terpancing masuk, Emran memutarbalikkan keadaan. Ia berlutut dan menangis, menuduh Fathan sebagai mantan kekasih yang terobsesi dan mengganggu rumah tangganya.
Situasi pun berbalik. Fathan hancur, dipermalukan, dan terusir oleh opini publik yang terprovokasi. Sementara itu, Emran tersenyum puas, menyaksikan penderitaan yang berhasil ia ciptakan di tengah kerumunan.




