Bagaimana Kondisi IHSG di Akhir Pekan?

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini masih berada di zona merah. IHSG tak mampu keluar dari zona hijau di perdagangan akhir pekan.

Berdasarkan data RTI, Jumat, 20 Februari 2026, IHSG sore turun tipis 2,314 poin atau setara 0,03 persen ke posisi 8.271. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 8.300. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 8.236 dan tertinggi di posisi 8.328.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 45,470 miliar senilai Rp20,179 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14,970 triliun dengan frekuensi sebanyak 2.898.207 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 267 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 381 saham melemah, dan 171 saham lainnya stagnan.

"IHSG hari ini, diprediksi bervariasi dalam kisaran 8.220- 8.380," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih dalam kajiannya di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 20 Februari 2026.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
 

Baca Juga :

Intip Deretan Saham Layak Koleksi Hari Ini
  Sentimen pendorong IHSG
Sementara dari dalam negeri, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.

BI menyatakan keputusan mempertahankan BI-Rate, sebagai upaya untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global. Hal ini guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Price Consumer Expenditure (PCE) dan data PDB Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini.

Berdasarkan hasil risalah FOMC The Fed pada pekan ini, beberapa pejabat mempertimbangkan kenaikan untuk menahan inflasi AS yang masih di atas target. Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS harus membuat kesepakatan yang berarti dengan Iran, karena Iran merupakan "hot spot" saat ini.

Seiring dengan itu, Trump menyatakan dalam 10-15 hari mendatang, akan sangat menentukan apakah AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau tidak terkait dengan program nuklir yang mereka miliki.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPOM sidak takjil di Kupang, nyatakan aman konsumsi
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Menko PM Lantik Direksi Baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan 2026–2031
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penggunaan AI Makin Masif, Saham Sektor Energi Terdampak Positif
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gibahin Insanul Fahmi, Terungkap Isi Chat Para Karyawan Inara Rusli di Grup
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Indonesia-AS Sepakat Jalin Kerjasama Ekonomi "New Golden Age"
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.