Brussels (ANTARA) - Uni Eropa, Kamis (19/2) memperingatkan bahwa setiap eskalasi militer terkait ketegangan atas program nuklir Iran akan menimbulkan “dampak serius” terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, seraya menyatakan dukungan terhadap upaya diplomatik antara Washington dan Teheran.
“Kami menyambut baik laporan mengenai kemajuan dalam perundingan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, yang sepenuhnya kami dukung,” ujar juru bicara Komisi Eropa Anouar El Anouni kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang memungkinkan untuk ditempuh. “Sudah saatnya Iran menunjukkan keseriusan dalam menanggapi kekhawatiran komunitas internasional,” katanya.
Menyoroti risiko meningkatnya ketegangan, El Anouni menekankan bahwa eskalasi militer berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas kawasan.
Ia kembali menegaskan komitmen kuat Uni Eropa terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah, serta mendesak semua pihak untuk bertindak secara bertanggung jawab.
“Sangat penting bagi semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, menahan diri, dan tidak mengambil tindakan apa pun yang dapat memicu eskalasi baru di Timur Tengah,” ujar El Anouni.
Washington telah meningkatkan secara signifikan kehadiran militer di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.
Kapal induk USS Gerald R. Ford juga dilaporkan tengah menuju kawasan tersebut, bersama tambahan armada jet tempur.
Pertemuan di Jenewa merupakan putaran kedua perundingan sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Putaran pertama digelar di Muscat, Oman, pada 6 Februari.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS targetkan selesai gelar pasukan di Timur Tengah pertengahan Maret
Baca juga: Iran peringatkan akan merespons tegas setiap agresi militer
“Kami menyambut baik laporan mengenai kemajuan dalam perundingan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, yang sepenuhnya kami dukung,” ujar juru bicara Komisi Eropa Anouar El Anouni kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang memungkinkan untuk ditempuh. “Sudah saatnya Iran menunjukkan keseriusan dalam menanggapi kekhawatiran komunitas internasional,” katanya.
Menyoroti risiko meningkatnya ketegangan, El Anouni menekankan bahwa eskalasi militer berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas kawasan.
Ia kembali menegaskan komitmen kuat Uni Eropa terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah, serta mendesak semua pihak untuk bertindak secara bertanggung jawab.
“Sangat penting bagi semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, menahan diri, dan tidak mengambil tindakan apa pun yang dapat memicu eskalasi baru di Timur Tengah,” ujar El Anouni.
Washington telah meningkatkan secara signifikan kehadiran militer di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.
Kapal induk USS Gerald R. Ford juga dilaporkan tengah menuju kawasan tersebut, bersama tambahan armada jet tempur.
Pertemuan di Jenewa merupakan putaran kedua perundingan sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Putaran pertama digelar di Muscat, Oman, pada 6 Februari.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS targetkan selesai gelar pasukan di Timur Tengah pertengahan Maret
Baca juga: Iran peringatkan akan merespons tegas setiap agresi militer





